Renungan Harian: Hidup Dalam Cinta Kasih yang Nyata

139

Renungan Harian, Senin 06 Oktober 2025
Bacaan Injil: Lukas 10:25–37

“Hidup Dalam Cinta Kasih yang Nyata”

Dalam Injil hari ini, Yesus mengisahkan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Kisah ini bukan sekadar ajaran moral biasa, tetapi sebuah panggilan mendalam bagi setiap pengikut Kristus untuk mewujudkan iman dalam tindakan kasih yang nyata.

Ketika seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus tentang cara memperoleh hidup kekal, Yesus menegaskan bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Allah dan sesama. Namun, ahli Taurat itu masih ingin mencari batas: “Siapakah sesamaku manusia?” Yesus lalu menjawab dengan kisah yang menggugah hati ini.

Dalam perumpamaan tersebut, orang yang malang itu dibiarkan tergeletak di jalan oleh imam dan orang Lewi — dua tokoh yang seharusnya menjadi teladan dalam kasih. Mereka memilih lewat di seberang jalan, mungkin karena takut, enggan repot, atau terlalu sibuk dengan urusan keagamaan mereka. Tetapi justru orang Samaria, yang dianggap kafir dan hina oleh orang Yahudi, berhenti dan menolong. Ia tidak hanya berhenti, tetapi juga membalut luka, menggendong, dan menanggung biaya perawatan orang yang terluka itu.

Yesus mau menegaskan bahwa iman sejati tidak berhenti pada doa, ibadah, atau aturan agama semata. Iman sejati harus berbuah dalam kasih dan kepedulian terhadap sesama — terutama mereka yang menderita, tersingkir, dan dilupakan. Inilah wajah cinta Allah yang Yesus tunjukkan kepada kita: cinta yang tidak memilih, tidak berhitung, dan tidak terbatas.

Hari ini, Yesus mengajak kita menjadi “orang Samaria” di zaman kita — menjadi pribadi yang peka, murah hati, dan rela berkorban. Di sekitar kita ada banyak orang yang membutuhkan perhatian: orang sakit, miskin, kesepian, terluka secara batin, atau mereka yang kehilangan harapan. Mungkin mereka ada di rumah kita, di lingkungan kerja, atau di jalan yang sama dengan kita setiap hari.

Marilah kita membuka hati dan tangan untuk mereka. Kasih tidak selalu ditunjukkan dengan hal besar; sering kali cukup dengan mendengarkan, menolong, atau sekadar hadir dengan tulus.

Semoga kita semua berkembang dalam kasih, memiliki hati yang penuh bela rasa, dan mewujudkan iman kita dalam tindakan nyata setiap hari.

Tuhan memberkati. Ave Maria!