Renungan Harian 15 November 2025
Bacaan I: Keb 18:14-16; 19:6-9
Bacaan Injil: Luk 18:1-8
Doa adalah napas kehidupan rohani. Melalui doa, kita berkomunikasi dengan Allah yang selalu mendengarkan, peduli, dan hadir dalam setiap seruan kita. Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita akan pentingnya ketekunan dalam berdoa. Yesus dengan sangat jelas menegaskan bahwa kita tidak boleh bosan untuk berdoa, tidak perlu ragu untuk datang kepada Allah, dan tidak usah sungkan untuk meminta segala yang baik bagi hidup kita. Allah tidak pernah merasa terganggu oleh permohonan kita. Sebaliknya, Ia rindu agar kita datang dan membuka hati kepada-Nya.
Yesus menggambarkan hal ini dengan perumpamaan tentang hakim yang kejam—seorang yang tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati manusia. Namun, bahkan orang seperti itu akhirnya menyerah oleh ketekunan seorang janda yang terus-menerus meminta pembelaan. “Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia…” (Luk 18:4-5). Bila seorang hakim yang kejam saja bisa tergerak oleh ketekunan, apalagi Allah yang Mahapengasih dan Mahasetia.
Yesus lalu menegaskan: “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?” (Luk 18:7). Ia menegaskan bahwa Allah tidak akan mengulur-ulur waktu untuk menolong. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah: ketika Anak Manusia datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? Artinya, persoalannya bukan pada kesetiaan Allah, tetapi pada ketekunan iman kita.
Sikap janda dalam perumpamaan adalah gambaran iman yang tidak menyerah. Iman yang percaya bahwa Allah mendengar, memahami, dan bertindak pada waktu-Nya yang terbaik. Iman yang tidak jemu untuk memohon, bersyukur, dan berharap. Santo Alfonsius Maria de Liguori pernah berkata, “Tuhan mau memberikan kepada kita rahmat-Nya, tetapi Ia juga menghendaki kita untuk memintanya.” Doa yang tekun membuka pintu rahmat. Doa yang terus-menerus menguatkan harapan. Doa yang penuh iman memampukan kita melihat karya Allah dalam setiap keadaan hidup.
Maka hari ini, marilah kita memperbaharui semangat doa kita. Jangan mudah putus asa. Jangan merasa doa tidak didengar. Jangan berhenti memohon kebaikan bagi diri, keluarga, dan orang-orang yang kita kasihi. Datanglah kepada Tuhan sebagai anak yang percaya dan bersandar sepenuhnya pada kasih-Nya.
Berdoalah dengan tekun. Berserulah kepada-Nya siang dan malam. Yakinlah, Tuhan akan menganugerahkan berkat-berkat-Nya tepat pada waktunya.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!





