Renungan Harian: Celakalah kamu, hai orang-orang munafik

150

Renungan Harian – Senin, 25 Agustus 2025
Bacaan Injil: Matius 23:13-22

“Celakalah kamu, hai orang-orang munafik!” — teguran Yesus ini terdengar keras, tetapi penuh kasih yang ingin menyelamatkan. Yesus tidak ingin manusia hidup dalam kepalsuan, karena kemunafikan selalu merusak jiwa dan menjauhkan kita dari Allah.

Yesus mengecam orang-orang Farisi karena mereka tampak saleh di hadapan manusia, tetapi hatinya jauh dari Allah. Kata munafik berasal dari bahasa Yunani hypocritos, yang berarti seorang aktor atau pemain sandiwara. Di atas panggung mereka bisa memerankan tokoh apa saja dengan begitu memikat, tetapi itu bukan diri mereka yang sesungguhnya. Demikian juga orang munafik: penampilan lahiriah tampak baik, tetapi batin mereka penuh kepalsuan.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk hidup jujur dan tulus. Allah tidak menilai dari apa yang kita perlihatkan di luar, tetapi dari ketulusan hati kita. Kita tidak dipanggil untuk bermain peran, melainkan untuk menjadi pribadi yang sungguh-sungguh mengasihi Allah dan sesama.

Semoga kita selalu memohon rahmat Tuhan untuk dijauhkan dari kemunafikan, agar hidup kita menjadi kesaksian nyata tentang kasih Allah yang bekerja dalam diri kita.

Tuhan memberkati. Ave Maria!