Minggu Adven I – Minggu, 30 November 2025
Bacaan: I: Yes. 2:1-5;
Bacaab II: Rm. 13:11-14a;
Bacaan Injil: Mat. 24:37-44.
Berjaga-jagalah Selalu!
RD. Ardus Endi
Bersama Gereja sejagat, kita memasuki Tahun liturgi yang baru yakni Tahun A/II dan hari ini kita memulainya dengan merayakan Hari Minggu Adven I. Sabda Tuhan yang kita renungkan pada Hari Minggu Adven I, hari ini, bersumber dari tiga perikop bacaan: I: Yes. 2:1-5; II: Rm. 13:11-14a; dan Injil: Mat. 24:37-44. Ketiga bacaan ini pada dasarnya hendak menyadarkan kita semua bahwa dalam dan bersama Tuhan kita akan memperoleh keselamatan. Tuhan adalah sumber kehidupan dan kekuatan kita. Dia-lah jaminan hidup kita yang sesungguhnya. Dalam Dia, kita tidak akan mengalami kecemasan dan putus asa. Dan bahwa Yesus yang adalah Raja Semesta Alam, Penyelamat dunia tidak pernah meninggalkan kita berjalan dan berjuang sendirian. Ia senantiasa hadir dan menyertai kita dari waktu ke waktu. Hanya saja dari pihak kita manusia, kita kurang membangun kedekatan pribadi dengan Dia dalam doa dan Ekaristi.
Apabila kita mencermati dengan baik narasi bacaan-bacaan suci hari ini, sesungguhnya ada dua hal utama yang menjadi titik fokus permenungan kita yang rasa-rasanya amat relevan dengan konteks hidup kita sehari-hari:
Pertama, kita diajak untuk selalu berjaga-jaga dan terus siap sedia. Menurut Penginjil Matius, sikap-sikap ini penting agar kita tidak jatuh binasa dan tidak tenggelam dalam kehancuran.
Kita seringkali mendengar adagium klasik ini: “Siapkan payung, sebelum hujan”. Secara sepintas adagium ini terdengar amat sederhana dan mudah dimengerti. Namun, apabila ditelisik lebih jauh, adagium ini sesungguhnya memiliki makna yang amat mendalam dan sangat berguna bagi hidup kita. Apa yang dimaksudkan di sini adalah soal kesiapan diri kita dalam menjalankan sesuatu terutama dalam menanggung aneka risiko dari berbagai keputusan yang kita ambil. Singkatnya, seruan ini hendak menegaskan pentingnya sikap antisipatif kita terhadap sesuatu yang akan terjadi di waktu-waktu yang akan datang.
Dalam pengalaman harian, kita seringkali mengalami situasi-situasi batas, terutama ketika kita jatuh sakit, mengalami kecelakaan, dan berbagai kesulitan manusiawi lainnya. Penginjil menganalogikan hal-hal ini seperti pencuri, yang tidak dapat diduga kapan persisnya ia datang. Menurut penginjil, aneka pengalaman pahit, bahkan pencuri sekalipun, tentu tidak akan berhasil merongrong atau mengancam kehidupan kita apabila kita sedari awal tahu jaga diri, selalu waspada, selalu jaga kesehatan dan selalu disiplin dalam mengikuti rambu-rambu lalulintas. Karena itu, seruan dalam Injil hari ini amat relevan dengan situasi kita: “berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang ketika malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Putra Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat. 24:42-44). Pernyataan ini hendak menegaskan kepada kita semua bahwa, apabila kita selalu berjaga-jaga dan terus berwaspada, maka kita tidak akan binasa dan tidak akan tenggelam dalam jurang kehancuran.
Hal kedua yang ditekankan dalam bacaan-bacaan hari ini adalah ajakan bagi kita untuk membangun habitus hidup yang baru. Kesediaan untuk berjaga-jaga dan selalu siap sedia mesti dibarengi dengan usaha untuk mengubah pola hidup. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, dengan amat lantang menggarisbawahi pentingnya komitmen untuk mengubah cara dan pola hidup. “Saudara-saudara, marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan…hendaknya kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati” (Rm. 13:12-13). Hal senada juga diamanatkan oleh nabi Yesaya. Dalam bacaan pertama Nabi Yesaya dengan tegas mengatakan: “Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan dalam terang Tuhan!” (Yes. 2:5). Seruan nabi Yesaya ini pada intinya mengajak kita semua untuk selalu membaharui diri dalam terang kasih Tuhan. “Berjalan dalam terang Tuhan” berarti, kita mesti berani mengarahkan hidup kita selaras dengan kehendak dan rencana Tuhan sendiri. Kita mesti berani menundukkan segala kepentingan dan kesenangan pribadi kita dibawah kehendak Tuhan sendiri. Hanya dengan cara demikian, kita dapat melewati lorong-lorong gelap hidup kita dan dengan mantap menyambut pagi yang cerah sebab Kristus menjadi cahaya abadi yang selalu memancarkan sukacita keselamatan bagi kita semua.
Marilah dalam terang Sabda Tuhan hari ini, kita membangun komitmen untuk terus berjaga-jaga dan selalu berwaspada, serta terus membaharui diri dalam terang kasih Allah. Selain itu, kita juga perlu membuka diri terhadap karya Roh Kudus. Biarlah Roh kudus yang akan membantu kita dalam mengubah cara pandang serta pola tingkah laku kita setiap hari, sehingga hidup dan karya kita selama masa Adven ini benar-benar menjadi berkat bagi sesama yang lain. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!





