Renungan Harian: Berhikmat dalam Kerendahan Hati

149

Renungan Harian, Rabu, 16 Juli 2025
Bacaan Injil: Matius 11:25-27

“Berhikmat dalam Kerendahan Hati”

Dalam Injil hari ini, kita melihat sebuah momen indah ketika Yesus menaikkan syukur kepada Bapa: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Mat 11:25)

Yesus menyatakan bahwa kebenaran dan misteri Kerajaan Allah tidak mudah dipahami oleh mereka yang merasa diri hebat, pandai, dan kuat. Justru sebaliknya, kebenaran itu diungkapkan kepada mereka yang bersikap seperti “orang kecil” — mereka yang rendah hati, sederhana, dan berserah.

Kerendahan Hati: Jalan Menuju Hikmat Allah

Dalam dunia yang sering memuja kepandaian, kekuasaan, dan status sosial, Injil hari ini menjadi pengingat yang kuat: hanya hati yang rendah yang mampu memahami kehendak Allah. Bukan berarti kita tidak boleh menjadi pandai atau terdidik, tetapi saat kita membanggakan kepandaian itu hingga menutup diri terhadap Tuhan, kita kehilangan arah. Orang Farisi dan ahli Taurat adalah contoh nyata: walau tahu banyak tentang hukum, mereka tidak bisa mengenali Allah yang hadir dalam pribadi Yesus.

Sikap rendah hati membuka ruang bagi Tuhan untuk berkarya. Orang yang rendah hati mengakui bahwa tanpa Tuhan, dirinya tidak berdaya. Ia tidak sombong atas keberhasilan, tidak patah karena kegagalan, sebab ia tahu semua berasal dari rahmat.

Menjadi “Orang Kecil” di Hadapan Allah

Siapakah yang dimaksud “orang kecil” oleh Yesus? Mereka adalah orang-orang yang tidak membanggakan apa yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi yang haus akan kasih Allah, yang rela dibentuk dan dibimbing oleh-Nya. Mereka sadar akan kelemahan dan dosa-dosanya, dan dengan hati yang tulus datang memohon pengampunan. Seperti Maria, hamba yang rendah hati, yang sepenuhnya membuka diri pada kehendak Bapa.

Hari ini, mari kita melatih kerendahan hati. Bukan sekadar merendah di hadapan orang, tapi sungguh mengosongkan diri di hadapan Tuhan. Mari membuka hati untuk dibimbing, dikoreksi, dan dipenuhi oleh kasih-Nya.

Tuhan tidak mencari mereka yang sempurna. Dia mencari mereka yang bersedia dibentuk. Bila kita membuka diri, kita pun akan mengalami aliran kasih dan pengertian yang menuntun hidup kita makin dekat dengan-Nya.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!