Renungan Harian: Bagaimanakah sikap kita terhadap hukum

5

Renungan Harian15 Februari 2026

Hari Minggu Biasa VI
Bacaan I: Sir 15:15-20
Bacaan II: 1Kor 2:6-10
Bacaan Injil: Mat 5:17-37

“Bagaimanakah sikap kita terhadap hukum?”
Setiap manusia membutuhkan hukum yang menjadi kesepakatan bersama demi terwujudnya bonum commune—kebaikan bersama. Tanpa hukum, hidup akan berjalan tanpa arah, dan manusia bisa saling memangsa satu sama lain (homo homini lupus). Hukum hadir bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi dan menuntun manusia agar dapat hidup dalam kedamaian.

Demikian pula dalam hidup religius dan hidup beriman. Kita membutuhkan hukum yang menuntun kita kepada kesatuan yang lebih intim dengan Allah. Hukum yang memiliki Roh kasih, bukan sekadar aturan yang kaku. Hukum yang membantu manusia bertumbuh dalam belas kasih.

Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan:
“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat 5:17)

Yesus datang bukan sebagai penghapus hukum, melainkan sebagai pemenuhnya. Seluruh hidup dan karya-Nya adalah wujud sempurna dari hukum kasih. Ia menghidupi dan mengajarkan bahwa inti dari semua hukum adalah belas kasih. Di dalam diri Yesus, hukum menemukan maknanya yang paling sejati: hukum yang menghidupkan, bukan mematikan; hukum yang memerdekakan, bukan membebani.

Karena itu, Yesus mengajak kita untuk menaati hukum bukan hanya untuk mengikuti aturan, tetapi karena kita sadar akan belas kasih Tuhan yang telah lebih dahulu kita terima. Ketaatan yang lahir dari kasih menjadikan hukum itu indah, ringan, dan mengubah hidup.

Mentaati hukum Tuhan berarti belajar mencintai seperti Dia mencintai.
Mentaati hukum berarti membiarkan diri dibentuk oleh kasih, sehingga tindakan dan pilihan kita selalu mengarah pada kebaikan bersama.

Oleh sebab itu, marilah kita memahami, mendalami, dan menjalankan perintah-perintah Tuhan dengan hati yang penuh cinta. Kita hidup dan bertumbuh dalam bingkai hukum kasih, sehingga kehadiran kita pun menghadirkan bonum commune di tengah keluarga, komunitas, dan masyarakat.

Semoga kasih Tuhan memampukan kita menggenapi hukum-Nya dalam hidup sehari-hari.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!