Renungan Harian, 29 September 2025
Pesta Malaikat Agung Mikhael, Gabriel, dan Rafael
Bacaan I: Dan 7:9-10.13-14
Bacaan Injil: Yoh 1:47-51
Hari ini Gereja merayakan pesta tiga Malaikat Agung: Mikhael, Gabriel, dan Rafael. Perayaan ini bukan hanya mengenang siapa mereka, tetapi juga menyadarkan kita bahwa Allah senantiasa menyertai dan mendampingi kita dalam peziarahan hidup.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan dengan aneka pergulatan: ada kuasa kegelapan berupa godaan, ketidakadilan, atau kelemahan pribadi; ada kebutuhan untuk mewartakan kabar baik di tengah berita yang sering kali negatif; dan ada pengalaman sakit, baik fisik maupun batin, yang membuat kita rapuh. Dalam semua itu, kehadiran ketiga Malaikat Agung ini menjadi tanda kasih Allah yang nyata.
Malaikat Mikhael adalah lambang kemenangan terang atas kegelapan. Namanya berarti “Siapa dapat menyamai Tuhan?”. Ia mengingatkan kita bahwa hanya Allah yang berkuasa. Dalam dunia modern yang sering dikuasai oleh ego, kekerasan, dan kuasa uang, kita diajak untuk setia seperti Mikhael: tidak tunduk pada kuasa gelap, tetapi teguh dalam kasih kepada Kristus.
Malaikat Gabriel berarti “Tuhan kemenanganku”. Ia adalah pembawa kabar sukacita bagi Maria dan Zakharia. Kehidupan kita pun dipanggil untuk meneladaninya: menjadi pembawa pesan pengharapan dan sukacita. Di tengah maraknya ujaran kebencian, hoaks, dan berita yang melemahkan semangat, kita dipanggil untuk membawa kabar yang meneguhkan dan memberi hidup.
Malaikat Rafael berarti “Tuhan menyembuhkan”. Ia mendampingi Tobit dalam perjalanan dan membawa kesembuhan. Hidup kita juga penuh perjalanan: perjalanan kerja, belajar, bahkan perjalanan batin melewati luka dan sakit hati. Rafael mengingatkan kita bahwa Allah selalu hadir menyembuhkan dan melindungi. Di era ketika banyak orang kehilangan kesehatan mental, penuh kecemasan dan stres, kita butuh “Rafael-Rafael” yang menolong, menguatkan, dan mendoakan.
Pesta hari ini meneguhkan bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian. Allah mengutus para Malaikat-Nya untuk menjaga, membimbing, dan menguatkan kita. Tugas kita adalah membuka hati, percaya, dan ikut ambil bagian dalam karya Allah: berani melawan kegelapan seperti Mikhael, mewartakan kabar sukacita seperti Gabriel, dan menjadi sarana penyembuhan serta penghiburan seperti Rafael.
Semoga melalui perayaan ini, kita semakin sadar bahwa Allah senantiasa menyertai kita, dan kita pun diutus menjadi “malaikat kecil” bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!





