Perayaan HOMS ke-40 OMK TPW Maybrat: Pesan Pastor Paroki St. Andreas Ayata

92
Panitia dan peserta HOMS membangun sinergitas demi pengembangan Orang Muda Katolik di wilayah Maybrat

AYATA, KOMSOSKMS.ORG — Bertempat di Kampung Ayata – Kab.Maybrat, Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) TPW Maybrat merayakan Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) ke-40 dengan penuh sukacita (23/11). Tema HOMS ke-40 adalah “OMK TPW Maybrat Berjalan Bersama Yesus dan Bersaksi kepada Dunia”.

OMK Paroki St. Yoseph Ayawasi bersatu hati dalam perayaan HOMS ke-40 TPW Maybrat

Perayaan HOMS ini dikemas dalam Rekoleksi dan TalkShow yang dimulai sejak tanggal 21 November hingga berpuncak pada hari minggu tanggal 23 November 2025. Bertepatan dengan HOMS, pada hari minggu 23 November ini Gereja Katolik juga merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Perayaan Ekaristi dalam rangka HOMS dan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini dipimpin oleh Ketua Komkep-KMS, RD. Iven Kocu, dan didampingi oleh Pastor Ferdi Sabhu, Pr (Pastor Paroki St. Andreas Ayata) dan Pastor Valentinus Serin, OSA (Pastor Pra Paroki St. Ambrosius Suswa).

Dalam homilinya, Pastor Iven Kocu mengulas tema HOMS ke-40 dan mengajak seluruh umat yang hadir (teristimewa para OMK se-TPW Maybrat) untuk tetap berjalan bersama Yesus Kristus yang adalah Raja Semesta Alam dan bersaksi kepada dunia.

“OMK berjalan bersama Yesus berarti OMK perlu mengimani dan meneladani cara hidup Yesus, Sang Raja Semesta Alam. Seperti para murid Yesus, begitu pun dengan OMK; OMK diundang oleh Kristus untuk mengikuti-Nya, duduk di samping-Nya, mendengarkan ajaran-Nya, dan siap diubah oleh-Nya untuk menjadi saksi-saksi masa kini dalam hidup OMK. Kesaksian seperti itu tidak muncul hanya dari kemampuan, rencana, atau proyek kita sendiri, melainkan merupakan hasil dari pengalaman mendalam dalam kebersamaan dengan Yesus” ujar Pastor Iven.

Peserta HOMS antusias mengikuti dinamika proses rekoleksi & talkshow

HOMS TPW Maybrat digelar di Paroki St. Andreas Ayata karena merupakan tempat beradanya Salib IYD saat ini. Dari 4 Paroki di TPW Maybrat, hanya 3 Paroki (Paroki St. Andreas Ayata, Paroki St. Yosep Ayawasi, dan Pra Paroki St. Ambrosius Suswa) yang mengirimkan peserta OMK-nya. Walaupun demikian, sukacita dan semangat kebersamaan para peserta HOMS tetap berkobar, terutama karena telah mendengar sabda-Nya dan menyambut Tubuh-Nya dalam Perayaan Ekaristi HOMS. Perayaan Ekaristi yang berlangsung dengan penuh khidmat itu dipermak pula dengan nyanyian-nyanyian merdu ala Koor dari anak-anak SMP St. Petrus Ayata dan paduan suara OMK Paroki St. Andreas Ayata.

Dalam sambutannya, Sdr. Alex Kabelen (Pegiat Komkep-KMS) mengaku bangga akan hospitalitas dari Pastor Paroki, Dewan Paroki, Umat Paroki dan Panitia HOMS TPW Maybrat yang sungguh luar biasa.

“Sejak awal saya tiba dan selama saya berada di sini [Ayata], pastor paroki dan umat punya penerimaan dan pelayanan sungguh luar biasa. Terima kasih banyak. Saya akan bilang kepada teman-teman OMK di kota, bahwa kalau mau belajar kerja sama team dan kekompakkan dalam hidup OMK, belajarlah dari teman-teman OMK di Ayata”.

Para peserta HOMS ke-40 mengikuti kegiatan dengan penuh sukacita

Di samping itu, melalui sambutannya Pastor Falen Serin, OSA mengajak OMK untuk saling menjaga persaudaraan.

“Saya mengajak teman-teman OMK yang ada di TPW Maybrat ini untuk terus kompak dan menghidupi semangat persaudaraan serta tetap saling membangun koordinasi dan komunikasi yang baik”, ungkap Pastor Valen.

Penyerahan sertifikat bagi peserta HOMS ke-40 TPW Maybrat

Selanjutnya, selaku ‘Tuan Rumah Kegiatan HOMS ke-40 OMK TPW Maybrat Pastor Ferdi Sabhu memberikan sambutan yang amat dalam dan mempertegas makna persaudaraan dan penghayatan iman yang sejati terhadap kehadiran Salib IYD.

“Para OMK sekalian yang terkasih, kalian perlu memiliki kesadaran penuh bahwa kalian adalah sesama saudara. Kalian harus kompak. Jangan membangun tembok egoisme. Harus membangun jembatan kasih. OMK itu dipanggil untuk menjadi saksi kasih-Nya. Mengakui Kristus sebagai Raja Semesta Alam berarti menjadikan kasih-Nya, pengampunan-Nya, dan pengorbanan-Nya sebagai yang utama dalam hidup sehari-hari. Yesus Kristus Sang Raja Semesta Alam yang tersalib dalam simbol Salib IYD ini, perlu kita terima dengan iman. Kita perlu sadari ini: kalau OMK di Ayata sudah terima kehadiran Salib IYD ini dengan meriah, maka OMK di Ayawasi dan Suswa nanti harus terima dengan lebih meriah lagi. Terima lebih meriah itu bukan karena mau bersaing atau kompetisi dengan OMK di Ayata, tetapi lebih meriah itu sebagai wujud penghayatan iman yang sejati akan Kristus Raja Semesta Alam yang tersalib ini,” tukas Pastor Ferdi.*** (RD. Ivko).