Pemberkatan Gereja St. Yohanes Rasul Konja, Simbol Iman dan Sinergi Gereja–Pemerintah di Maybrat

129

MAYBRAT, KOMSOSKMS.ORG — Gereja Katolik St. Yohanes Rasul Konja, Paroki St. Yosep Ayawasi, secara resmi diberkati pada Sabtu, 27 Desember 2025. Peristiwa iman ini berlangsung khidmat dan meriah, menjadi momen bersejarah bagi umat Katolik setempat sekaligus simbol kuat sinergi antara Gereja, umat, dan pemerintah di wilayah Papua Barat Daya.

Gedung gereja Stasi St. Yohanes Rasul Konja, Paroki St. Yosep Ayawasi yang baru

Perayaan Ekaristi pemberkatan dipimpin oleh Uskup Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, bersama Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, serta didampingi puluhan imam konselebran dari berbagai paroki dan wilayah. Ribuan umat tampak memadati gereja dan halaman sekitarnya dengan penuh sukacita dan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah doa umat tersebut.

Hadir pula sejumlah pejabat penting dalam perayaan ini, antara lain Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, Bupati Maybrat, Karel Murafer, serta John Kamuru, bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi tanda nyata perhatian dan dukungan pemerintah terhadap kehidupan beriman serta perkembangan Gereja Katolik di Papua Barat Daya.

Rangkaian Peresmian dan Pemberkatan

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan papan nama Gereja St. Yohanes Rasul Konja, dilanjutkan dengan pemberkatan bagian luar gereja. Setelah itu, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Uskup Manokwari–Sorong, Gubernur Papua Barat Daya, dan Bupati Maybrat sebagai tanda resmi peresmian gereja.

Mgr. Hilarion Datus Lega Memberkati Gedung Gereja yang baru di Konja

Momentum simbolis dilanjutkan dengan penyerahan kunci dan pengguntingan pita oleh Ibu Gubernur Papua Barat Daya, menandai bahwa Gereja St. Yohanes Rasul Konja secara resmi siap digunakan sebagai rumah doa dan pusat kehidupan iman umat.

Pesan Gembala: Penyertaan Tuhan Membawa Sukacita

Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari dan mensyukuri penyertaan Tuhan yang nyata dalam perjalanan hidup dan karya Gereja. Ia menegaskan bahwa peristiwa pemberkatan gereja ini bukanlah kebetulan, melainkan buah dari penyelenggaraan ilahi.

“Kita berterima kasih kepada Tuhan Allah yang Maha Rahim, yang dua hari lalu sekali lagi memperlihatkan penyertaan-Nya melalui perayaan Natal. Peristiwa hari ini tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan Tuhan,” ungkap Uskup.

Mgr. Hilarion Datus Lega menyampaikan homili pada pemberkatan Gereja Santo Yohanes Rasul Konja

Uskup juga menyinggung pengalaman perjalanan dan kehadiran para tamu undangan yang menurutnya menjadi bukti konkret penyertaan Tuhan dalam setiap langkah umat. Dalam tradisi iman Kristiani, Tuhan selalu hadir dan menyertai umat-Nya. Ia mengingatkan bahwa dalam Injil, Tuhan disebut Immanuel, Allah yang menyertai, dan di akhir Kitab Wahyu umat berseru Maranatha, datanglah Tuhan.

“Penyertaan Tuhan itu membawa sukacita, sukacita yang memuliakan nama Tuhan,” tegasnya.

Apresiasi bagi Pemerintah Daerah

Pada kesempatan tersebut, Uskup Datus secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, atas perhatian dan sumbangsih besar bagi Gereja Katolik. Ia juga memberikan penghargaan kepada Bupati Maybrat, Karel Murafer, yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung pembangunan sarana-sarana Gereja di wilayah Maybrat.

Gubernur Papua Barat Daya bersama Bupati Maybrat dan Kabupaten Sorong hadir dalam perayaan pemberkatan Gereja Santo Yohanes Rasul Konja

Terkait rencana pemberkatan aula dan rumah singgah di Paroki Ayata yang dijadwalkan pada Minggu, 28 Desember 2025, Uskup menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Bupati Maybrat dan Sekda Fery Taa.

“Saya yakin, tanpa bantuan Bapak Bupati Murafir dan Bapak Sekda Fery Taa, tidak mungkin pembangunan dua gedung besar itu bisa selesai dengan cepat,” ujar Uskup.

Tarian penjemputan para Uskup dan tamu undangan lainnya

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan dua unit mobil bagi Paroki Ayata dan Paroki Suswa.

“Terima kasih atas kemurahan hati Bapak Bupati yang memberi hadiah mobil untuk Pater Valer dan Pater Ferdi. Luar biasa,” kata Uskup, disambut tepuk tangan meriah dari umat.

Lebih lanjut, Uskup menegaskan bahwa Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah Tuhan dan rumah umat, yang harus dirawat, dijaga, dan dihidupi dengan semangat iman, persaudaraan, dan pelayanan kasih.

Mgr. Hilarion Datus Lega Menandatangani prasasti pemberkatan Gereja baru Santo Yohanes Rasul Konja

Gubernur Papua Barat Daya: Gereja St. Yohanes Rasul Konja Diberkati, Simbol Iman, Persatuan, dan Mujizat Doa Umat

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu mengajak seluruh umat untuk pertama-tama memanjatkan syukur kepada Tuhan atas rahmat dan kebaikan-Nya. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Konja merupakan bukti nyata kekuatan doa umat.

Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan sambutan dan harapan pada moment istimewa itu

Ia mengungkapkan kekagumannya atas ketekunan umat dalam membangun gereja meski dengan keterbatasan. Menurutnya, gereja ini adalah bukti nyata mujizat Tuhan yang lahir dari iman dan doa yang tulus.

“Umat di sini sederhana, dengan keterbatasan, tetapi doanya dahsyat. Tuhan membuka jalan, menggerakkan banyak orang, bahkan menghadirkan dua uskup di tempat ini. Ini iman yang hidup,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa Gereja St. Yohanes Rasul Konja kini menjadi tempat yang tepat bagi umat untuk datang, berdoa, dan menyerahkan seluruh persoalan hidup kepada Tuhan.

“Tidak perlu lagi ke gunung, ke pohon, atau ke tempat lain. Di sinilah rumah Tuhan. Kalau ada masalah keluarga, sakit, atau pergumulan hidup, datang dan berdoalah di sini. Tuhan lebih besar dari apa pun yang kita cari,” tegasnya.

Ibu Elisa Kambu didampingi Ibu Bupati Kabupaten Maybrat melakukan pengguntingan pita gereja Stasi Santo Yohanes Rasul Konja

Lebih lanjut, Elisa Kambu mengajak seluruh umat untuk menjadikan gereja ini sebagai titik awal pembaruan hidup.

“Gedungnya baru, maka hati kita juga harus baru. Tidak boleh ada kebencian, fitnah, permusuhan. Kita harus hidup rukun, damai, dan saling mengasihi,” pesannya.

Ia juga menekankan tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan, keamanan, dan masa depan Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Maybrat. Menurutnya, iman harus diimbangi dengan sikap hidup yang tertib, damai, dan mendukung pembangunan daerah.

“Kalau kita hidup damai, semua akan beres. Doakan para pemimpin, topang pemerintah, supaya kami diberi hikmat dan kesehatan untuk membangun negeri ini bersama-sama,” ujarnya.

Paduan Suara pada perayaan Pemberkatan Gereja Stasi Santo Yohanes Rasul Konja

Bupati Maybrat: Gereja Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Pusat Penanaman Nilai Kasih dan Toleransi

Bupati Maybrat, Karel Murafer,  dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberkatan Gereja St. Yohanes Rasul Konja menjadi momentum iman yang sangat bermakna bagi umat Katolik di Paroki St. Yosep Ayawasi, secara khusus stasi St. Yohanes Rasul Konja. Peristiwa ini bukan hanya ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan fisik gereja, tetapi juga peneguhan iman akan karya Tuhan yang terus menyertai umat-Nya.

Bupati Kabupaten Maybrat, Karel Murafer, menyampaikan sambutan pada perayaan Pemberkatan Gereja Konja

Lebih dari itu, peristiwa ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara Gereja, umat, dan pemerintah demi kemajuan kehidupan rohani, sosial, serta kesejahteraan masyarakat di Papua Barat Daya.

Bupati juga menyoroti peran besar Gereja Katolik di Bumi A3 (Aifat, Ayamaru dan Aitinyo) dalam perjalanan sejarah pembangunan manusia. Ia mengungkapkan bahwa para misionaris Katolik yang pertama kali hadir di wilayah ini tidak hanya mewartakan Injil, tetapi juga membuka akses pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dari karya-karya itulah lahir banyak putra-putri terbaik A3, termasuk yang dipercaya menjadi pemimpin gereja, imam, dan tokoh masyarakat, serta generasi Aifat dan A3 yang berprestasi dan berkiprah di tingkat daerah maupun nasional.

“Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Gereja Katolik turut membentuk sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berdaya saing,” tegas Bupati.

Bupati Karel Murafer menanda tangani prasasti pemberkatan Gereja Konja

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan Gereja Katolik yang terus berkomitmen membina iman dan moral umat di Kabupaten Maybrat.

Laporan Panitia Pembangunan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Santo Yohanes Rasul Konja, Sergius Turot, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pembangunan gereja. Ia mengungkapkan bahwa total dana pembangunan yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.266.903.000.

Ketua Panitia Pembangunan, Sergius Turot, menyampaikan laporan Panitia Pembangunan

Kepanitiaan pembangunan ini terbentuk sejak 25 Januari 2015 dan mulai bekerja efektif pada 16 Mei 2016 hingga hari peresmian, atau kurang lebih sembilan tahun tujuh bulan.
<span;>“Pada awalnya, panitia hanya mengajukan proposal anggaran sekitar tiga setengah miliar rupiah. Namun berkat penyertaan Tuhan dan dukungan banyak pihak, dana yang terkumpul jauh melampaui rencana awal,” jelas Sergius.

Mgr. Hilarion Datus Lega dan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA bersama para imam konselebran

Dana pembangunan tersebut bersumber dari sumbangan pribadi dan keluarga, lembaga pemerintah pusat dan daerah, organisasi, pemerintah kampung, marga-marga, kelompok ASN, komunitas pemuda, serta partisipasi umat melalui berbagai kegiatan penggalangan dana.

Dari total pemasukan tersebut, panitia telah menggunakan Rp5.751.000.000 untuk seluruh proses pembangunan, mulai dari pondasi, pematangan lahan, upah tenaga kerja, hingga penyelesaian taman dan pemasangan lonceng gereja. Saat ini masih terdapat saldo Rp515.903.000 yang tersimpan di rekening panitia.

“Dana sisa ini direncanakan untuk tahap pembangunan selanjutnya, termasuk rencana pembangunan gedung pastoral di lingkungan gereja,” tambahnya.

Gubernur Papua Barat Daya, Bupati Maybrat dan Kabupaten Sorong, tamu undangan foto bersama dengan Uskup dan para imam

Atas nama panitia, Sergius Turot menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dengan cara dan bentuk apa pun.

Pemberkatan Gereja St. Yohanes Rasul Konja menjadi tonggak penting bagi perjalanan iman umat Paroki St. Yosep Ayawasi, secara khusus Stasi St. Yohanes Rasul Konja. Sekaligus moment ini menjadi  tanda harapan baru akan kehidupan menggereja yang semakin dewasa, berakar dalam iman, dan berdampak bagi perdamaian serta pembangunan di Tanah Papua.

Laporan: P. Fransiskus Katino, Pr – Komsoskms