Paroki Ko-Katedral Manokwari Rayakan 88 Tahun Perjalanan Iman

172
Mgr. Hilarion Datus Lega memimpin perayaan syukur HUT ke-88 Paroki Ko-Katedral, Manokwari

MANOKWARI, KOMSOSKMS.ORG – Paroki Ko-Katedral Santo Agustinus Manokwari hari ini berdenyut dengan sukacita. Paroki dengan bangunan gereja yang memadukan tradisi Katolik dan budaya Papua itu merayakan pesta “Double Berkah” atau Double Snowman Birthday, menandai 88 tahun perjalanan panjang sejak berdirinya pada 1937.

Kegiatan jalan sehat dalam rangka Perayaan Syukur 88 Tahun Paroki

Perjalanan panjang ini dimulai oleh para imam Tarekat MSC (Misionaris Hati Kudus Yesus) dengan pembukaan pos misi kecil di Fakfak (1903) yang kemudian menjangkau Manokwari (1913). Hingga 1937, pos misi Manokwari secara kanonik masih tercatat dalam wilayah Paroki Ternate (karena belum ada paroki di Papua Barat). Imam MSC di Ternate sesekali mengunjungi, tetapi pelayanan tetap terbatas.

Baru pada 1 April 1937, Ordo Fransiskan (OFM) mengambil alih pos misi Manokwari dan membangun misi lebih permanen, termasuk pendirian rumah kayu sederhana sebagai tempat tinggal misionaris. Pada tahun yang sama dibentuklah Paroki Santo Fransiskus Asisi Manokwari.

Kegiatan jalan sehat dalam rangka Perayaan Syukur 88 Tahun Paroki

Tahun 1953, Ordo Santo Agustinus (OSA) mulai masuk dan mengambil tanggung jawab wilayah Papua Barat bagian utara (terutama Manokwari dan Sorong). OSA melanjutkan karya Fransiskan dengan mendirikan lembaga pendidikan, memperluas pelayanan pastoral, dan akhirnya membangun Paroki Santo Agustinus Manokwari sebagai pusat iman umat Katolik di wilayah Kepala Burung Papua.

Tahun 1959 menjadi tonggak bersejarah. Pada 15 Mei 1959, wilayah sekitar Manokwari dipisahkan dari Vikariat Apostolik Hollandia (Jayapura) dan berdiri sebagai Prefektur Apostolik dengan pusat di Manokwari. Mgr. Petrus Malachias van Diepen, OSA ditunjuk sebagai Prefek Apostolik pertama. Prefektur ini meliputi Manokwari, seluruh wilayah Kepala Burung (Vogelkop), dan sekitarnya.

Mgr. Hilarion Datus Lega memotong tumpeng ulang tahun Paroki Ko-Katedral Manokwari

Selanjutnya, pada 15 November 1966 Prefektur Apostolik Manokwari ditingkatkan menjadi Keuskupan Manokwari dengan Mgr. Petrus van Diepen, OSA ditahbiskan sebagai Uskup pertama. Seiring perkembangan umat dan kebutuhan pastoral, pada 14 Mei 1974 pusat keuskupan dipindahkan ke Sorong dan nama keuskupan berubah menjadi Keuskupan Manokwari–Sorong, mencerminkan dua kota utama sebagai pusat kehidupan iman Katolik di Papua Barat. Mgr. Petrus van Diepen melanjutkan pelayanannya sebagai Uskup hingga 5 Mei 1988.

Meskipun pusat keuskupan telah berada di Sorong, sejarah Gereja Santo Agustinus Manokwari tetap dihormati. Pada 15 April 2025, gereja ini secara resmi dikukuhkan oleh Uskup Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, menjadi Paroki Ko-Katedral Manokwari. Penetapan ini memperkuat peran historis dan pastoralnya serta menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan pelayanan Gereja Katolik di Papua Barat.

Umat Paroki Ko-Katedral merayakan sukacita HUT ke-88 di Manokwari

Dalam homili Misa Syukur 88 Tahun Paroki Ko-Katedral Manokwari, Sabtu (6/9/2025), Mgr. Hilarion menegaskan bahwa perayaan ini merupakan ungkapan syukur atas perjalanan panjang dalam mewujudkan Gereja yang hidup, berakar pada nilai-nilai Kristiani dan semangat Santo Agustinus.

“Delapan puluh delapan tahun adalah kurun waktu yang panjang dan tidak mudah. Semoga pelajaran selama 88 tahun ini semakin mengentalkan dan meneguhkan perjalanan selanjutnya,” ujarnya.

Delapan puluh delapan tahun telah berlalu, namun cahaya iman Katolik yang dimulai para misionaris dari Bukit Jalan Brawijaya, Manokwari, tetap berkilau. Kilau itu lahir bukan dari gemerlap, melainkan dari dedikasi, kerja keras, dan semangat melayani tanpa lelah.

“Simbol-simbol kekatolikan yang dibawa para misionaris bukan hanya menghiasi wajah Manokwari, tetapi juga menawarkan cita rasa iman yang baru, khas, dan unik, yang berlangsung sejak gereja perdana: mereka hidup sehati sejiwa, saling berbagi, saling membantu, dan saling menguatkan,” imbuhnya.

Acara peletakkan batu pertama pendirian Patung Santo Agustinus di depan Gereja Ko-Katedral Manokwari

Pada perayaan syukur 88 tahun ini, simbol-simbol kekatolikan itu kembali diteguhkan di Gereja Santo Agustinus Manokwari. Diawali dengan peresmian Gereja Santo Agustinus Manokwari sebagai Gereja Ko-Katedral pada 15 April 2025, kemudian dilanjutkan dengan penempatan kembali kursi uskup atau katedra pada 6 September 2025.

Ketua Panitia Perayaan Syukur 88 Tahun Paroki Ko-Katedral Manokwari, John Guntarto, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari jalan sehat, peletakan batu pertama Patung Santo Agustinus, hingga Misa Syukur dan resepsi.

John berharap semangat persaudaraan dan pelayanan umat Katolik yang telah terbangun selama 88 tahun ini akan terus menjadi landasan kuat dalam menapaki masa depan Gereja Santo Agustinus Paroki Ko-Katedral Manokwari.

(Komsos Paroki Ko-Katedral Manokwari)