MAKBUSUN, KOMSOSKMS.ORG- Sebagai wujud nyata kepedulian Gereja terhadap umat yang menderita sakit, Klinik Pratama Elisabeth bekerja sama dengan Paroki St. Fransiskus Xaverius, Makbusun melaksanakan pelayanan Home Care berupa Sakramen Pengurapan Orang Sakit dan penerimaan Komuni Kudus bagi umat yang tidak dapat hadir di gereja. Kegiatan pastoral ini berlangsung dalam suasana penuh rahmat dan sukacita.

Pelayanan dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Adrianus Bon, bersama Pastor Rekan RD. Petrus Piterson, Kepala Klinik Pratama Elisabeth Suster Alfiana, CB, serta tenaga medis yang turut ambil bagian. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga umat yang sakit, yang telah menantikan berkat Tuhan melalui sakramen-sakramen tersebut.
Suster Alfiana, CB menegaskan bahwa kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia, sekaligus sebagai bentuk perhatian bagi mereka yang sudah tidak mampu keluar rumah.
“Pada hari ini, Klinik Pratama Elisabeth melakukan Home Care, pelayanan bagi orang-orang sakit, khususnya yang lanjut usia, berkesesakan hidup, atau tidak bisa keluar rumah. Secara khusus, ini dilakukan untuk memperingati Hari Orang Sakit Sedunia. Mereka sudah kita doakan dalam Perayaan Ekaristi di Klinik Pratama Elisabeth dan hari ini kita mengkhususkan waktu untuk melayani mereka, baik secara rohani maupun jasmani,” tegasnya.

Suster Alfiana juga menyampaikan harapannya agar keluarga-keluarga yang dikunjungi semakin diteguhkan dan diberkati.
“Saya berharap dengan pelayanan ini, hidup mereka semakin diberkati dan dipenuhi kegembiraan. Kehadiran kami bukan hanya karena kami, tetapi karena kemurahan Tuhan melalui kebaikan hati banyak orang yang mendukung kegiatan ini,” tambahnya.
Dalam suasana doa yang khusyuk, Pastor Adi Bon dan Pastor Piterson memberikan penguatan rohani serta mendoakan umat yang sakit agar memperoleh kekuatan, penghiburan, dan kesembuhan sesuai kehendak Tuhan. Pengurapan dengan minyak suci menjadi tanda kasih Allah yang meneguhkan mereka dalam menghadapi penderitaan.
Pastor Adi Bon menegaskan bahwa pelayanan ini merupakan bentuk nyata perhatian Gereja kepada mereka yang sakit.
“Mengunjungi orang sakit, memberikan pelayanan dan Komuni adalah cara kita meneguhkan mereka yang sedang menderita bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Kita hadir untuk berjalan bersama mereka agar hari-hari hidup mereka dipenuhi sukacita,” ungkapnya.

Keluarga yang menerima kunjungan menyampaikan rasa syukur dan haru atas perhatian yang diberikan. Mereka merasa dikuatkan secara rohani dan semakin percaya akan penyertaan Tuhan dalam masa-masa sulit.
Kegiatan pastoral ini menjadi kesempatan bagi para pelayan Gereja untuk terus menumbuhkan semangat pelayanan dan solidaritas dalam hidup menggereja. Dengan rendah hati, mereka menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata bagi umat yang sakit dan membutuhkan.





