SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Perayaan pembaruan janji imamat dan pemberkatan minyak-minyak suci di Keuskupan Manokwari-Sorong berlangsung khidmat di Paroki Kristus Raja Katedral, Selasa (31/3/2026). Misa dipimpin oleh Mgr. Hilarion Datus Lega dan dihadiri 45 imam serta ratusan umat.

Perayaan ini menjadi momentum penting bagi para imam untuk memperbarui komitmen panggilan imamat mereka. Sekitar 40 imam lainnya tidak dapat hadir karena kendala jarak dan transportasi di wilayah pelayanan yang luas.
Suasana liturgi semakin semarak dengan iringan koor mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Benediktus Sorong yang turut menghidupkan jalannya perayaan.

Dalam homilinya, Uskup Datus menyampaikan refleksi mendalam sekaligus nasihat bagi para imam dengan meneladani sosok almarhum Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang. Ia menyebut Petrus Turang sebagai mentor, sahabat, dan figur penting dalam perjalanan hidup imamatnya.
Uskup Datus mengungkapkan bahwa ia telah mengenal Petrus Turang selama lebih dari empat dekade. “Beliau adalah mentor ulung, guru yang andal, rekan kerja yang tiada duanya, dan sahabat sejati,” ujarnya.
Imamat sebagai Anugerah dan Panggilan Hidup
Dalam refleksinya, Uskup Datus menekankan bahwa inti teladan Petrus Turang terletak pada penghormatan dan cinta yang mendalam terhadap imamat. Ia mengingatkan bahwa para imam dan uskup bukanlah siapa-siapa tanpa rahmat imamat yang dianugerahkan Tuhan.

“Imamat adalah anugerah istimewa yang diberikan secara cuma-cuma. Karena itu, imamatlah yang memanggil kita untuk menghormati dan mencintai para imam,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesetiaan dalam menghayati identitas sebagai imam di tengah berbagai tantangan zaman. Mengutip ungkapan Latin nomen est omen (nama adalah panggilan), ia menegaskan bahwa imam harus hidup seturut jati dirinya secara total.
Persaudaraan Imam dan Semangat Saling Menopang
Uskup Datus menegaskan bahwa salah satu warisan penting dari Petrus Turang adalah semangat persaudaraan di antara para imam, yang diwujudkan dalam prinsip priest helping priest.

Menurutnya, semangat ini menjadi kekuatan rohani yang meneguhkan para imam untuk saling mendukung, memperkaya, dan menjaga kesetiaan dalam panggilan.
Imam sebagai Pelayan Universal
Berangkat dari pengalaman pelayanan di berbagai tempat, Uskup Datus menegaskan bahwa imam diosesan tidak boleh bersikap eksklusif. Ia menyebut imam sebagai pelayan Gereja universal yang siap diutus ke mana saja.
“Imam projo adalah imam misioner global,” katanya.
Mengelola Perbedaan dan Mencintai Kaum Miskin
Dalam pengalamannya bersama Petrus Turang di lingkungan Konferensi Waligereja Indonesia, Uskup Datus mengakui bahwa perbedaan pendapat kerap terjadi. Namun, perbedaan tersebut menjadi sarana untuk bersama-sama mencari kebenaran.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan sosial Gereja, khususnya dalam karya Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), yang harus dilandasi kerendahan hati.
“Kita tidak boleh memperalat orang miskin demi kepentingan kita sendiri. Karya karitatif harus membuat kita berhati besar, bukan berkepala besar,” ujarnya.
Hidup dalam Semangat Memberi
Menutup refleksinya, Uskup Datus mengajak para imam untuk meneladani semangat hidup memberi sebagaimana diajarkan Yesus dan dihidupi oleh Petrus Turang. Ia menilai kehidupan almarhum mencerminkan moto episkopalnya, Pertransiit Benefaciendo—berkeliling sambil berbuat baik.
“Orang yang memberikan hidupnya akan menerima kembali hidup itu,” katanya.
Ia juga mengajak umat untuk terus mendoakan para imam agar tetap setia dalam panggilan pelayanan mereka.
Usai homili, para imam memperbarui janji imamat di hadapan uskup, mengikrarkan kembali kesetiaan seperti saat tahbisan. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan tiga jenis minyak suci, yakni minyak katekumen, minyak krisma, dan minyak orang sakit, yang akan digunakan dalam pelayanan sakramental di seluruh paroki di Keuskupan Manokwari-Sorong.
Pada akhir misa, Uskup membacakan sejumlah Surat Keputusan terkait penugasan imam. Di antaranya, pembebastugasan Pastor Ardus Endy, Pr dari Keuskupan Labuan Bajo yang telah lama berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong.

Selain itu, Pastor Petrus Taitoh dari Keuskupan Agung Kupang ditugaskan sebagai pastor rekan di Ko-Katedral Santo Agustinus. Pastor Theo Palid, Pr dari Keuskupan Manado diangkat sebagai pastor rekan di Paroki Santo Paulus Wagom, berkedudukan di Us-Adora. Sementara itu, Pastor Stevi dari Keuskupan Manado ditugaskan sebagai pastor rekan di Paroki Katedral.
Dalam kesempatan tersebut, Uskup juga mengumumkan sejumlah agenda penting, antara lain tahbisan diakon Vion Momo pada 25 Juni 2026 di Paroki Santo Yosep Senopi, serta tahbisan Dkn. Hendrikus Hendi, calon imam projo, pada 29 Juni 2026 di Paroki Kristus Terang Dunia Tofoi. Ia juga mengingatkan rencana perayaan syukur ulang tahunnya yang ke-70 pada 21 Oktober 2026.
Rangkaian perayaan ditutup dengan ramah tamah bersama umat dan para imam di Aula Rex Mundi Katedral, mempererat kebersamaan dalam semangat persaudaraan Gereja.





