SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, Kota Sorong, dirayakan secara sederhana namun penuh syukur pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Perayaan syukur diawali dengan Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat di Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Malanu.

Misa syukur dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, Pater Mahtias Alex Ohoilean, SVD, didampingi dua imam konselebran, yakni Pater Krispianus Panda Lewa, SVD dan Pater Gregorius Arkian Wuwur, SVD. Ratusan umat tampak hadir mengikuti perayaan ini, baik dari wilayah paroki maupun dari dua stasi, yaitu Stasi Santo Yoseph Freinademetz dan Stasi Santa Maria Magdalena Bambu Kuning.
Dalam homilinya, Pastor Paroki yang akrab disapa Pater Faris Ohoilean ini mengajak seluruh umat untuk menyadari penyertaan Tuhan yang setia sepanjang perjalanan Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu selama 22 tahun.
“Tidak terasa Tuhan sudah menuntun dan membimbing hidup kita hingga saat ini. Kita boleh bersama-sama merayakan Ekaristi ini sebagai ungkapan syukur atas lindungan Santo Arnoldus Janssen bagi paroki kita yang merayakan ulang tahun ke-22,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pater Mahtias menegaskan bahwa Bacaan Pertama dari Kitab Yesaya menggambarkan keindahan kehadiran mereka yang membawa kabar baik. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan karya para misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) yang selama 22 tahun berkarya di Paroki Malanu dalam mewartakan Sabda Tuhan kepada umat.
Ia juga menyinggung Bacaan Kedua yang mengingatkan bahwa para pembawa kabar baik bukanlah pribadi yang sempurna. Rasul Paulus sendiri mengakui dirinya sebagai yang paling hina di antara para rasul. Kenyataan ini, kata Pater Mahtias, juga dialami oleh para misionaris, pengurus dewan paroki, pengurus lingkungan, serta kelompok-kelompok kategorial.
“Kita semua memiliki kelebihan yang bisa dibanggakan, tetapi juga memiliki kekurangan-kekurangan yang membuat kita tetap manusiawi. Injil hari ini menegaskan bahwa baik kekurangan maupun kelebihan kita telah diterangi oleh terang Kristus yang menuntun kita untuk terus memperbaiki diri dari hari ke hari,” ujarnya.
Di akhir homili, Pater Mahtias mengajak umat untuk tetap berharap dan percaya akan penyelenggaraan Tuhan.
“Tuhan tetap menuntun kita meski ada banyak kekurangan manusiawi. Ia selalu memberi kesempatan untuk bertobat dan menjadi semakin baik. Percayalah, dalam setiap langkah hidup yang akan kita jalani ke depan, penyelenggaraan Tuhan selalu ada,” tutupnya.
Perayaan HUT ke-22 Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu menjadi momentum refleksi dan syukur atas perjalanan iman umat, sekaligus dorongan untuk terus bertumbuh dalam terang Kristus di tengah dinamika kehidupan menggereja.





