Komsos Manokwari-Sorong Gelar Animasi Volunteer Menuju IYD 2027

60
Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan mengembangkan keterampilan sekaligus menemukan panggilan hidup yang lebih luas.

SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Kegiatan Animasi Volunteer Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dalam rangka persiapan menuju Indonesian Youth Day (IYD) 2027 resmi dilaksanakan di Sorong pada Senin, 23 Maret 2026. Kegiatan ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, didampingi Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manokwari-Sorong, P. Fransiskus Katino, Pr, dan sejumlah imam konselebran.

Kegiatan ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, didampingi Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manokwari-Sorong, P. Fransiskus Katino, Pr, dan sejumlah imam konselebran.

Animasi yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Maret 2026 ini diikuti oleh para peserta utusan dari berbagai paroki di wilayah pastoral Sorong, Aimas, Maybrat, Tambrauw, Fakfak, dan Kaimana. Para peserta merupakan kaum muda yang dipersiapkan sebagai volunteer dalam mendukung pelaksanaan IYD 2027, khususnya dalam bidang komunikasi dan publikasi.

Selama kegiatan, para peserta dibekali berbagai keterampilan praktis seperti jurnalistik, videografi, reportase, serta produksi podcast. Hadir sebagai narasumber tiga orang dari Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yakni Stephanus Yogipranata, Aloysius Budi Kurniawan, dan Samuel Krismanto.

Animasi yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Maret 2026 ini diikuti oleh para peserta utusan dari berbagai paroki di wilayah pastoral Sorong, Aimas, Maybrat, Tambrauw, Fakfak, dan Kaimana.

Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega menegaskan pentingnya peran kaum muda dalam mewartakan Injil melalui media sosial. Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan mengembangkan keterampilan sekaligus menemukan panggilan hidup yang lebih luas.

“Saya ingin memberi sharing, semoga memotivasi Anda ikut dalam pelatihan ini. Ini bukan sekadar belajar keterampilan menulis, kamera, atau audio, tetapi juga bagian dari panggilan yang mulia,” ungkap Uskup.

Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan mengembangkan keterampilan sekaligus menemukan panggilan hidup yang lebih luas.

Ia membagikan pengalaman pribadinya ketika pertama kali belajar menulis sejak masa seminari, yang kemudian mengantarnya menjadi wartawan selama beberapa tahun. Dari pengalaman tersebut, ia menekankan bahwa kemampuan menulis harus dimulai dengan tindakan nyata, bukan sekadar niat.

“Dalam dunia tulis-menulis tidak boleh ada kata ‘mau’. Jangan hanya berkata ‘saya mau menulis’, tetapi langsung mulai menulis. Kalau tidak mulai, tidak akan pernah jadi apa-apa,” tegasnya.

Selama kegiatan, para peserta dibekali berbagai keterampilan praktis seperti jurnalistik, videografi, reportase, serta produksi podcast.

Selain itu, Uskup juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak lepas dari kesalahan. Menurutnya, kritik dan koreksi adalah bagian penting dalam pembentukan keterampilan, terutama dalam dunia jurnalistik.

Ia juga menekankan pentingnya sikap mau belajar, terutama dengan bertanya dan membuka diri terhadap bimbingan dari mereka yang lebih berpengalaman. Semangat saling belajar dan kerja sama menjadi kunci untuk berkembang.

Mgr. Hilarion Datus Lega berfoto bersama dengan seluruh peserta Animasi

Menutup homilinya, Uskup mengajak para peserta untuk menjalankan tugas dengan penuh percaya diri. Ia menegaskan bahwa kaum muda tidak boleh ragu atau minder, melainkan harus berani melangkah dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang.

“Orang muda tidak boleh loyo. Harus berani, percaya diri, dan yakin bahwa bisa. Pelatihan ini adalah kesempatan besar, bukan hanya untuk mendukung IYD 2027, tetapi juga membuka kemungkinan panggilan hidup di bidang komunikasi,” tutupnya.

Kegiatan animasi ini menjadi bagian dari upaya Keuskupan Manokwari-Sorong dalam mempersiapkan tenaga-tenaga muda yang kompeten dan siap terlibat aktif dalam pelayanan Gereja, khususnya dalam bidang komunikasi sosial di era digital.