Renungan Harian: Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia

165

Renungan Harian, Selasa, 29 Juli 2025 Peringatan Wajib Santa Marta, Maria, dan Lazarus
Bacaan Injil: Yohanes 11:19–27

“Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” (Yoh 11:27)

Hari ini Gereja memperingati tiga sahabat Yesus yang sangat dikasihi-Nya: Marta, Maria, dan Lazarus. Mereka adalah simbol keakraban, kesetiaan, dan kasih yang mendalam terhadap Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, tokoh utama adalah Santa Marta, yang menunjukkan iman luar biasa dalam situasi duka karena kematian saudaranya, Lazarus.

Ketika Yesus datang, Marta menyambut-Nya dengan hati penuh harapan dan keyakinan. Walaupun hatinya hancur karena kehilangan orang yang dicintainya, Marta tidak kehilangan imannya. Ia tidak menyalahkan Yesus, melainkan tetap percaya pada kuasa dan kasih-Nya. Iman seperti inilah yang menjadi teladan bagi kita semua.

Sering kali dalam hidup, kita mengalami situasi yang sulit: kehilangan, kekecewaan, kegagalan. Namun, Injil hari ini mengajak kita meneladani iman teguh Marta yang tetap berpegang pada Yesus. Dalam pengakuannya yang berani dan tulus — “Ya, Tuhan, aku percaya…” — kita menemukan kekuatan iman yang tak tergoyahkan oleh penderitaan.

Bacaan pertama dari surat pertama Santo Yohanes mengingatkan kita bahwa kasih adalah inti dari iman. Tanpa kasih, hidup keagamaan kita kosong dan kering. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1Yoh 4:8). Marta dan keluarganya hidup dalam kasih yang nyata — kepada Yesus dan sesama — dan karena itu mereka sungguh mengenal Allah.

Mari kita belajar dari Marta: beriman teguh dalam badai kehidupan, melayani tanpa pamrih, dan mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Kedekatannya dengan Yesus bukanlah sekadar relasi sosial, tetapi relasi iman yang mendalam, yang mengalir dalam kasih nyata bagi sesama.

Semoga semangat Santa Marta menggerakkan kita untuk semakin percaya dan mengasihi. Percayalah, ketika kita hidup dalam kasih dan iman seperti dia, Tuhan akan membangkitkan harapan dan kehidupan baru dalam diri kita, seperti Lazarus yang dibangkitkan-Nya.

Tuhan memberkati. Ave Maria!