Uskup Hilarion Datus Lega Terimakan Sakramen Krisma kepada 196 Umat di Paroki St. Arnoldus Janssen

67
Setiap orang yang menerima Sakramen Krisma dipanggil untuk menjadi saksi Kristus yang benar, bukan melalui kata-kata semata, melainkan juga melalui tindakan nyata yang menghadirkan kasih Allah.

Sakramen Krisma menguatkan umat untuk semakin dewasa dalam iman, mengenal kekayaan Gereja Katolik, dan menjadi saksi Kristus melalui kehidupan sehari-hari.

SORONG, KOMSOSKMS.ORG –  Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, memimpin Perayaan Ekaristi sekaligus menerimakan Sakramen Krisma kepada 196 umat di Paroki St. Arnoldus Janssen, Minggu (11/10/2026). Perayaan berlangsung khidmat dengan didampingi Pastor Paroki Kristianus Bidi, SVD, serta sejumlah imam konselebran.

Mgr. Hilarion Datus Lega memimpin Perayaan Ekaristi sekaligus menerimakan Sakramen Krisma kepada 196 umat di Paroki St. Arnoldus Janssen, Minggu (11/10/2026)

Para penerima Sakramen Krisma telah menjalani persiapan dan pembinaan iman sebelum menerima sakramen penguatan tersebut. Persiapan ini menjadi bagian penting dalam membantu mereka memahami makna Sakramen Krisma serta tanggung jawab sebagai umat Katolik yang semakin dewasa dalam iman.

Dalam homilinya, Uskup Datus menegaskan bahwa Sakramen Krisma merupakan tanda pencurahan Roh Kudus yang menguatkan umat untuk menghayati iman dan memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Mengacu pada bacaan Kitab Suci, Uskup menjelaskan bahwa gambaran perjamuan Tuhan dalam Kitab Nabi Yesaya melambangkan sukacita dan persatuan manusia dengan Allah. Persatuan dengan Allah menjadi dasar kehidupan iman yang membawa harapan, membebaskan manusia dari penderitaan, dan mengarahkan umat kepada keselamatan.

Uskup menegaskan bahwa Sakramen Krisma merupakan tanda pencurahan Roh Kudus yang menguatkan umat untuk menghayati iman dan memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus.

Menurut Uskup, Roh Kudus hadir untuk menguatkan, membimbing, dan menghidupkan umat Allah. Karena itu, mereka yang menerima Sakramen Krisma dipanggil untuk menjadi saksi Kristus yang benar, bukan melalui kata-kata semata, melainkan juga melalui tindakan nyata yang menghadirkan kasih Allah.

“Menjadi saksi Kristus berarti mewartakan kebaikan dan menghadirkan kasih Allah melalui kehidupan kita,” demikian pesan Uskup dalam homilinya.

Tiga Sikap Setelah Menerima Sakramen Krisma
Uskup Datus menggarisbawahi tiga sikap penting yang perlu dihayati oleh para penerima Sakramen Krisma. Pertama, terus mengandalkan kekuatan Roh Kudus dengan tekun berdoa, memperdalam pengetahuan iman, dan terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Penerimaan sakramen bukanlah akhir dari proses pembinaan iman, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengikuti Kristus.

Setiap orang yang menerima Sakramen Krisma dipanggil untuk menjadi saksi Kristus yang benar, bukan melalui kata-kata semata, melainkan juga melalui tindakan nyata yang menghadirkan kasih Allah.

Kedua, bangga menjadi orang Katolik. Kebanggaan tersebut perlu disertai usaha untuk mengenal dan memahami Kitab Suci, ajaran, sejarah, tradisi, serta kekayaan kehidupan doa Gereja Katolik. Dengan demikian, umat tidak hanya mengakui identitas Katolik secara lahiriah, tetapi juga mampu menghayati imannya secara sadar dan bertanggung jawa

Ketiga, mewujudkan iman melalui perilaku sehari-hari. Uskup mengingatkan bahwa perayaan sakramen harus membawa perubahan nyata dalam kehidupan. Iman perlu tampak dalam sikap saling mengasihi, kejujuran, kesediaan mengampuni, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab membangun persaudaraan.

“Jangan sampai kita merayakan sakramen dengan meriah, tetapi sesudahnya kehidupan kita tidak berubah,” tegasnya.

Mengenakan Pakaian Pesta: Iman yang Nyata
Menghubungkan pesan tersebut dengan Injil tentang perjamuan nikah, Uskup mengajak umat untuk memahami bahwa undangan Allah menuntut tanggapan yang sungguh-sungguh. Pakaian pesta dalam perumpamaan itu menjadi lambang kesiapan batin, pertobatan, dan kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah.

Uskup mengajak umat untuk mengandalkan kekuatan Roh Kudus dengan tekun berdoa, memperdalam pengetahuan iman, dan terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.

Karena itu, menjadi bagian dari Gereja tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran dalam perayaan liturgi. Umat juga perlu membiarkan rahmat Allah memperbarui hati dan perilaku mereka, sehingga iman sungguh diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan Sakramen Krisma di Paroki St. Arnoldus Janssen ini menjadi kesempatan berharga bagi 196 penerima untuk memperbarui komitmen iman dan semakin menyadari panggilan mereka sebagai saksi Kristus. Dengan kekuatan Roh Kudus, mereka diharapkan bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa dalam iman, bertanggung jawab dalam kehidupan menggereja, serta mampu menghadirkan kasih dan damai di tengah masyarakat.