16 OMK Suswa Dipersiapkan Menjadi Misionaris Digital

16
Dalam pelatihan tersebut, Pastor Frans juga menjelaskan bahwa karya Komsos tidak berhenti pada dokumentasi.

SUSWA, KOMSOSKMS.ORG — Sebanyak 16 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai lingkungan di Paroki St. Ambrosius Suswa mengikuti Pelatihan Pegiat Komunikasi Sosial (Komsos), 16–17 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja St. Ambrosius Suswa ini menjadi ruang pembekalan bagi OMK untuk mengambil bagian dalam karya pewartaan Gereja di era digital.

P. Fransiskus Katino menyampaikan materi pada pelatihan Komsos di Paroki St. Ambrosius Suswa (16/9/2026)

Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manokwari-Sorong, P. Fransiskus Katino, Pr., hadir sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuka ruang yang luas bagi kaum muda untuk mewartakan kehidupan dan karya Gereja kepada umat.

Menurut Pastor Frans, pegiat Komsos memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai informasi pastoral secara aktual, faktual, dan bertanggung jawab. Karena itu, OMK yang terlibat dalam Komsos tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai misionaris digital.

“Para pegiat Komsos harus berperan aktif dalam menyampaikan informasi-informasi yang aktual berdasarkan fakta-fakta yang terjadi,” tegas Pastor Frans.

Pastor Frans Katino menegaskan bahwa OMK yang terlibat dalam Komsos tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai misionaris digital.

Dari Dokumentasi Menuju Pewartaan
Dalam pelatihan tersebut, Pastor Frans juga menjelaskan bahwa karya Komsos tidak berhenti pada dokumentasi. Foto, video, berita tertulis, dan desain grafis yang dihasilkan para pegiat Komsos dapat menjadi sarana untuk mengkomunikasikan iman dan kehidupan umat.

Ia mendorong Komsos Paroki St. Ambrosius Suswa untuk memanfaatkan berbagai platform digital, seperti YouTube, Facebook, TikTok, dan Instagram sebagai ruang pewartaan.

“Hendaknya setiap paroki memiliki akun-akun media sosial sebagai sarana pengkomunikasian peristiwa iman kepada umat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Pastor Frans juga menjelaskan bahwa karya Komsos tidak berhenti pada dokumentasi.

Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan membuat berbagai peristiwa pastoral di paroki tidak hanya tersimpan sebagai dokumentasi, tetapi dapat diolah menjadi informasi dan konten yang membantu umat mengenal, menghidupi, dan menyebarluaskan iman.
OMK Dipanggil Aktif dalam Karya Komsos

Salah seorang peserta, Yuventus Yewen, yang juga merupakan bendahara OMK, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia mengaku senang dan bangga karena mendapat kesempatan untuk belajar tentang karya komunikasi sosial Gereja.

“Saya merasa bangga dan senang mengikuti kegiatan ini, karena ini baru pertama kali saya mengikuti kegiatan seperti ini,” ungkap Yuven, sapaan akrabnya.

Pelatihan selama dua hari ini diharapkan menjadi bekal bagi para OMK untuk semakin aktif mengambil bagian dalam karya pewartaan Gereja. Melalui kemampuan jurnalistik, fotografi, videografi, dan pengelolaan media sosial, para pegiat Komsos diharapkan mampu menghadirkan wajah kehidupan Gereja Suswa di ruang digital secara aktual, faktual, kreatif, dan bertanggung jawab.