Renungan Harian – 28 Agustus 2026
PW Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
Bacaan I: 1Kor 1:17-25
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2.4-5.10ab.11
Bacaan Injil: Mat 25:1-13
Menyalakan Pelita Iman dan Tetap Berjaga
Hari ini kita memperingati Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja. Perjalanan hidupnya menjadi kesaksian bahwa kasih dan rahmat Allah mampu mengubah hati manusia. Pada awalnya, Agustinus pernah jauh dari Allah dan bahkan berusaha menolak-Nya. Namun, berkat ketekunan doa ibunya, Santa Monika, serta bimbingan Uskup Milan, Santo Ambrosius, Agustinus akhirnya menemukan kebenaran iman dalam Kristus.
Pertobatan Agustinus bukan sekadar perubahan hidup, melainkan sebuah penemuan akan kesejatian dirinya dalam Allah. Ia menyadari bahwa hati manusia tidak akan pernah menemukan kepenuhan apabila tidak kembali dan bersatu dengan Sang Pencipta. Karena itu, setelah mengalami kasih Kristus, ia mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan dan menjadi seorang pewarta iman serta pengkhotbah yang ulung.
Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk selalu berjaga-jaga: “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:13).
Yesus menggambarkan sikap berjaga-jaga itu melalui perumpamaan tentang sepuluh gadis yang menantikan kedatangan mempelai. Lima gadis yang bijaksana membawa persediaan minyak. Mereka tidak hanya menyalakan pelita, tetapi juga mempersiapkan diri agar pelitanya tetap menyala ketika mempelai datang.
Demikian pula kehidupan iman kita. Kita dipanggil untuk terus menyalakan pelita iman yang bersumber dari Allah. Iman tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus dirawat, dipelihara, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Doa, Sabda Tuhan, Ekaristi, pelayanan, dan kasih kepada sesama menjadi “minyak” yang menjaga pelita iman kita tetap menyala.
Santo Agustinus mengajarkan kepada kita bahwa perjalanan menuju Allah membutuhkan keterbukaan hati dan ketekunan. Jangan pernah merasa bahwa kita sudah terlalu jauh dari Tuhan. Jangan pula merasa bahwa hidup kita tidak mungkin berubah. Doa yang tekun, seperti doa Santa Monika, dapat menjadi jalan bagi rahmat Allah untuk menyentuh dan mengubah hati manusia.
Karena itu, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah pelita iman kita masih menyala? Ataukah kita mulai kehabisan “minyak” karena terlalu sibuk mengejar kesenangan dunia, kepentingan diri sendiri, dan berbagai hal yang menjauhkan kita dari Tuhan?
Hati dan jiwa kita harus selalu terpaut kepada Allah. Dalam kesatuan dengan-Nya, pelita iman kita akan terus menyala sampai Sang Mempelai datang. Jangan sampai kita “tertidur” dalam kehidupan iman. Tetaplah berjaga, tetaplah berdoa, tetaplah berharap, dan teruslah menyatukan seluruh hidup kita dengan Kristus.
Semoga melalui teladan Santo Agustinus, kita pun berani berkata bahwa hidup kita sepenuhnya adalah milik Tuhan. Semoga pelita iman kita tidak pernah padam dan kita selalu siap menyambut kedatangan Sang Mempelai dengan hati yang penuh kasih.
Tuhan memberkati. Ave Maria!





