Renungan Harian: Memilih Harta yang Tak Pernah Binasa

27

RENUNGAN HARIAN Minggu, 26 Juli 2026
Minggu Biasa XVII
Bacaan I: 1Raj 3:5.7-12
Bacaan II: Rom 8:28-30
Bacaan Injil: Mat 13:44-52

Memilih Harta yang Tak Pernah Binasa
Setiap orang pasti memiliki impian. Ada yang mendambakan kehidupan yang mapan, pendidikan yang tinggi, karier yang cemerlang, keluarga yang bahagia, atau rezeki yang berlimpah. Semua impian itu baik, selama tidak menjadi tujuan akhir hidup kita. Sebab, harta, jabatan, dan popularitas dapat hilang dalam sekejap. Jika seluruh hidup hanya diarahkan untuk mengejar hal-hal duniawi, pada akhirnya hati akan tetap merasa kosong.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga seperti harta yang terpendam di ladang dan mutiara yang sangat berharga. Orang yang menemukannya rela menjual segala miliknya demi memperoleh harta itu. Sikap ini menunjukkan bahwa Kerajaan Allah jauh lebih bernilai daripada apa pun yang dimiliki di dunia. Ketika seseorang benar-benar mengenal Tuhan, ia akan menyadari bahwa tidak ada sukacita yang lebih besar daripada hidup dalam kasih dan kehendak-Nya.

Bacaan pertama menampilkan Raja Salomo yang tidak meminta umur panjang, kekayaan, ataupun kemenangan atas musuh-musuhnya. Ia justru memohon hati yang bijaksana agar mampu memimpin umat dengan benar.

Permohonan itu berkenan di hadapan Allah, sehingga Tuhan bukan hanya menganugerahkan kebijaksanaan, tetapi juga memberkatinya dengan berbagai karunia lainnya. Salomo mengajarkan bahwa ketika Allah menjadi prioritas, berkat-berkat lain akan mengikuti sesuai dengan kehendak-Nya.

Rasul Paulus dalam surat kepada umat di Roma menegaskan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Karena itu, jangan takut menjadikan Tuhan sebagai harta terbesar dalam hidup. Mungkin kita harus melepaskan ego, ambisi yang berlebihan, atau kenyamanan tertentu. Namun, apa yang kita peroleh dalam persatuan dengan Kristus jauh melampaui segala pengorbanan itu.

Marilah bertanya kepada diri sendiri: apakah “harta” yang paling saya kejar saat ini? Apakah saya lebih sibuk mengumpulkan kekayaan dunia daripada membangun relasi dengan Tuhan? Semoga melalui doa, Ekaristi, sabda Tuhan, dan kasih kepada sesama, hati kita semakin terbuka untuk menemukan harta sejati, yaitu Kerajaan Allah. Harta itu tidak akan pernah lapuk, dicuri, ataupun lenyap, tetapi menjadi sumber sukacita yang kekal.

Selamat Hari Minggu. Semoga kita memiliki hati yang bijaksana seperti Salomo dan keberanian untuk memilih Kerajaan Allah sebagai harta yang paling berharga dalam hidup.Tuhan memberkati. Ave Maria.