Renungan Harian: Berbahagialah Mereka yang Percaya

111

Renungan Harian – Jumat, 3 Juli 2026
Pesta Santo Tomas Rasul
Bacaan I: Efesus 2:19-22
Bacaan Injil: Yohanes 20:24-29

Berbahagialah Mereka yang Percaya
Beriman kepada Allah tidak dapat hanya mengandalkan apa yang dapat dilihat, disentuh, atau dijelaskan oleh akal budi. Akal manusia memang merupakan anugerah Tuhan, tetapi kemampuannya terbatas untuk memahami misteri Allah yang tak terbatas. Karena itu, iman menjadi jembatan yang membawa kita masuk ke dalam relasi yang mendalam dengan Tuhan.

Pada Pesta Santo Tomas Rasul ini, kita mengenang seorang murid yang sering dijuluki sebagai “Tomas yang ragu-ragu.” Namun, jika kita melihat lebih dalam, Tomas bukanlah pribadi yang tidak beriman. Ia adalah seorang pencari kebenaran yang jujur dan sungguh-sungguh ingin mengenal Tuhan.
Ada tiga sikap Santo Tomas yang layak kita teladani.

Pertama, Tomas adalah pribadi yang setia dan mengasihi Yesus. Ketika Yesus hendak kembali ke Yudea, Tomas berkata kepada murid-murid yang lain, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia” (Yoh. 11:16). Perkataan ini menunjukkan keberanian dan kesetiaannya kepada Sang Guru.

Kedua, Tomas adalah pribadi yang jujur dan rendah hati. Ia tidak malu mengakui ketidaktahuannya. Ketika Yesus berbicara tentang jalan menuju Bapa, Tomas bertanya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh. 14:5). Karena kejujurannya itulah, Yesus menyatakan salah satu sabda-Nya yang paling agung: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” (Yoh. 14:6).

Ketiga, Tomas adalah pencari kebenaran yang akhirnya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus. Memang ia meminta bukti akan kebangkitan Yesus. Namun ketika akhirnya berjumpa dengan Tuhan yang bangkit, ia tidak lagi sekadar melihat luka-luka Yesus. Ia mengakui dengan penuh iman, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh. 20:28). Pengakuan ini menjadi salah satu pernyataan iman yang paling kuat dalam Injil.

Tidak jarang kita pun bersikap seperti Tomas. Kita ingin melihat tanda-tanda nyata sebelum percaya. Kita bertanya, “Di mana Tuhan ketika aku menderita?” Padahal, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia hadir melalui orang-orang yang menolong kita, melalui kekuatan yang diberikan saat menghadapi kesulitan, serta melalui berbagai peristiwa kecil yang sering luput dari perhatian kita.

Sayangnya, hati kita sering terlalu sibuk dengan persoalan sendiri sehingga gagal mengenali karya Tuhan yang berlangsung setiap hari. Padahal, Tuhan terus berkarya, menyertai, membimbing, dan menguatkan langkah hidup kita.

Hari ini Yesus mengundang kita untuk memiliki iman yang semakin dewasa. Iman yang tidak hanya bergantung pada apa yang terlihat, tetapi iman yang tetap teguh meskipun belum melihat. Sebab kepada kita Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20:29).

Semoga melalui teladan Santo Tomas Rasul, kita semakin setia mencari kebenaran, berani mengakui kelemahan, dan akhirnya mampu berseru dengan sepenuh hati, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Tuhan memberkati. Ave Maria.