
SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Umat Katolik Paroki Santo Paulus Klamalu, Kabupaten Sorong, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 paroki dengan penuh sukacita pada Senin (29/6/2026). Perayaan syukur ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara Lonceng Gereja Santo Paulus Klamalu serta Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki, RD. Medardus Puji Harsono, didampingi sejumlah imam konselebran.

Perayaan tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu beserta istri, Bupati Sorong, Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para imam, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, serta ratusan umat. Kehadiran Gubernur bersama rombongan disambut meriah melalui tarian adat yang dibawakan masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mengusung tema “Maju Bersama, Saling Melayani dan Solider Menuju Gereja Mandiri,” perayaan HUT perdana ini menjadi ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun Paroki Santo Paulus Keamalu sekaligus momentum memperkuat semangat persaudaraan, pelayanan, dan solidaritas umat dalam keberagaman.
Rangkaian Kegiatan Libatkan Seluruh Umat
Ketua Panitia HUT Ke-1 Paroki Santo Paulus Klamalu, Amatus Turot, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Juni 2026 dengan melibatkan seluruh lapisan umat, mulai dari anak-anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK), hingga orang dewasa.

Berbagai perlombaan diselenggarakan, antara lain lomba mewarnai, lari karung putra dan putri, tarik tambang, futsal putra dan putri, lomba lektor, mazmur, gigit sendok, serta lomba merangkai bunga bagi OMK dan orang dewasa. Para juara pertama lomba lektor dan mazmur tingkat anak serta remaja mendapat kesempatan bertugas sebagai lektor dan pemazmur pada Perayaan Ekaristi puncak HUT paroki.
Selain itu, pada 26 Juni 2026 panitia menggelar gerak jalan santai yang dimeriahkan dengan pembagian doorprize dan dilanjutkan dengan pertandingan final futsal putra maupun putri.
Dalam laporannya, Amatus mengatakan bahwa puncak perayaan syukur dipadukan dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara Lonceng Gereja Santo Paulus Klamalu yang dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Daya bersama istri dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Sorong.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, yang telah memberikan izin pembangunan menara lonceng, serta kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Sorong, para imam, para suster, DPRD, pimpinan OPD, para donatur, dan seluruh umat yang telah mendukung terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.
Gubernur: Jadikan Tuhan Prioritas Hidup
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengucapkan selamat atas hari jadi pertama Paroki Santo Paulus Klamalu. Ia berharap momentum tersebut semakin meneguhkan iman umat dan memperkuat komitmen untuk terus berjalan bersama Tuhan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pribadi, dan keluarga, saya mengucapkan selamat dan sukses atas Hari Ulang Tahun pertama Paroki Santo Paulus Klamalu. Semoga momentum ini semakin meneguhkan hati dan menginspirasi kita untuk tetap setia bersama Yesus serta menjadikan Tuhan sebagai prioritas dalam kehidupan,” ujarnya.

Menurut Elisa, satu tahun perjalanan paroki merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan yang senantiasa menyertai umat-Nya. Karena itu, ia mengajak seluruh umat untuk terus membuka diri terhadap kehendak Tuhan agar dapat menjadi berkat bagi sesama.
“Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu bersama kita. Tuhan memakai setiap orang yang membuka diri dan bersedia melayani. Karena itu, marilah kita terus hidup dalam iman dan pengabdian kepada Tuhan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Tanah Papua menuju Indonesia Emas 2045.
Pastor Medardus: Jadikan Kristus Pusat Kehidupan
Dalam homilinya, Pastor Paroki RD. Medardus Puji Harsono mengajak umat untuk terus maju bersama dalam semangat saling melayani dan hidup dalam solidaritas sebagaimana tema perayaan HUT pertama Paroki Santo Paulus Klamalu.

Menurutnya, berdirinya Paroki Santo Paulus Klamalu berawal dari mimpi dan harapan umat yang diwujudkan melalui iman, kerja keras, serta penyertaan Tuhan.
“Setiap orang memiliki mimpi. Namun mimpi yang sejati bukan sekadar angan-angan, melainkan cita-cita yang diwujudkan melalui kerja keras, iman, dan penyertaan Tuhan,” katanya.
Romo Harsono menjelaskan bahwa Santo Paulus dipilih sebagai pelindung paroki karena semangat pewartaannya yang menjangkau semua orang tanpa membedakan suku, bahasa, maupun latar belakang.
“Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang mempersatukan seluruh umat dalam satu iman kepada Kristus,” ujarnya.
Ia juga mengulas perjalanan hidup Rasul Paulus yang mengalami pertobatan total setelah berjumpa dengan Kristus. Dari seorang penganiaya umat Kristen, Paulus berubah menjadi pewarta Injil yang setia sekalipun harus menghadapi berbagai penderitaan.

Mengutip pengalaman Rasul Paulus, Pastor Medardus mengingatkan bahwa kuasa Allah justru dinyatakan dalam kelemahan manusia.
“Kita dipanggil menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan. Berbagai pergumulan dan tantangan bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan kesempatan bagi Allah untuk berkarya melalui hidup kita,” tuturnya.
Menutup homilinya, ia mengajak seluruh umat menjawab pertanyaan Yesus kepada para murid, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” melalui kehidupan yang mencerminkan iman, kasih, dan kesaksian setiap hari.
Perayaan syukur HUT ke-1 Paroki Santo Paulus Klamalu juga dirangkaikan dengan peringatan HUT Imamat ke-16 dua imam diosesan Keuskupan Manokwari-Sorong, yakni RD. Rudy Renyaan dan RD. Adi Bon.

Rangkaian kegiatan yang diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara Lonceng dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi menjadi ungkapan syukur seluruh umat atas penyertaan Tuhan selama satu tahun perjalanan Paroki Santo Paulus Klamalu.
Melalui tema “Maju Bersama, Saling Melayani dan Solider Menuju Gereja Mandiri,” umat diharapkan semakin bertumbuh dalam persaudaraan, pelayanan, serta semangat membangun Gereja yang mandiri dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.




