Renungan Harian: “Naik ke Surga, Tetap Menyertai”

35

Renungan Harian 14 Mei 2026
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Bacaan I: Kis 1:1-11
Mazmur: Mzm 47:2-3.6-7.8-9
Bacaan II: Ef 1:17-23
Bacaan Injil: Mat 28:16-20

Hari Raya Kenaikan Tuhan bukanlah peristiwa perpisahan yang mendatangkan kesedihan, melainkan peristiwa iman yang menghadirkan sukacita dan harapan. Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan para murid-Nya, tetapi untuk kembali kepada Bapa dan menyediakan tempat bagi setiap orang yang setia mengikuti-Nya. Karena itu, Kenaikan Tuhan menjadi tanda kemenangan Kristus atas dosa dan maut sekaligus jaminan bahwa tujuan akhir hidup manusia adalah bersatu dengan Allah di surga.

Sebelum naik ke surga, Yesus memberikan tugas perutusan kepada para murid-Nya: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Perintah ini menjadi tugas mulia Gereja sepanjang zaman. Gereja dipanggil untuk terus mewartakan Injil, membaptis, mengajar, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia. Tugas ini memang tidak selalu mudah. Sejak awal, Gereja mengalami banyak tantangan, penderitaan, bahkan penganiayaan. Namun semuanya itu tidak pernah memadamkan semangat pewartaan.

Mengapa? Karena Gereja percaya akan janji Tuhan: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Janji inilah yang menjadi sumber kekuatan umat beriman. Yesus memang naik ke surga, tetapi Ia tetap hadir dan menyertai Gereja-Nya. Roh Kudus terus bekerja, menghidupkan iman, menguatkan harapan, dan menyalakan keberanian untuk tetap setia dalam perutusan.

Hari Raya Kenaikan Tuhan mengajak kita untuk mengobarkan kembali semangat misi dalam kehidupan sehari-hari. Perutusan itu dimulai dari hal-hal sederhana: dalam keluarga, lingkungan, tempat kerja, dan komunitas. Kita dipanggil untuk menghadirkan kasih, pengampunan, damai, dan kepedulian sebagai wujud nyata pewartaan Injil. Jangan sampai hidup kita justru menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Kristus.

Selain itu, kita perlu selalu membuka hati terhadap karya Roh Kudus. Tanpa tuntunan Roh Kudus, semangat pelayanan kita akan mudah berubah menjadi semangat pribadi yang dipenuhi ego dan kepentingan diri. Akibatnya, keluarga dan komunitas kehilangan kasih Kristus dan mudah runtuh ketika menghadapi badai kehidupan. Sebaliknya, jika Kristus menjadi pusat hidup kita, maka keluarga dan komunitas akan menjadi tempat yang memancarkan damai, kasih, dan sukacita Injil.

Selamat merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Semoga kita semakin setia menjalankan tugas perutusan sebagai murid-murid Kristus dan percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita hingga akhir zaman.

Tuhan memberkati. Ave Maria!