Uskup Manokwari–Sorong Resmi Membuka Animasi Volunteer Komsos TPW Manokwari dan Bintuni Menuju IYD 2027

122
Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Hilarion Datus Lega, secara resmi membuka kegiatan Animasi Volunteer Komunikasi Sosial (Komsos) TPW Manokwari dan Bintuni dalam rangka persiapan Indonesian Youth Day (IYD) 2027, pada Kamis (26/3/2026)

MANOKWARI, KOMSOSKMS.ORG – Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Hilarion Datus Lega, secara resmi membuka kegiatan Animasi Volunteer Komunikasi Sosial (Komsos) untuk TPW Manokwari dan Bintuni dalam rangka persiapan Indonesian Youth Day (IYD) 2027, pada Kamis (26/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Uskup juga menyampaikan sejumlah pesan penting bagi para volunteer Komsos yang akan terlibat dalam perhelatan akbar tersebut.

Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Hilarion Datus Lega, secara resmi membuka kegiatan Animasi Volunteer Komunikasi Sosial (Komsos) TPW Manokwari dan Bintuni dalam rangka persiapan Indonesian Youth Day (IYD) 2027, pada Kamis (26/3/2026)

Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Maret 2026 ini diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup, didampingi Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manokwari–Sorong, Fransiskus Katino, Ketua Tim Pastoral Wilayah (TPW) Manokwari, Philipus Sedik, OSA, serta sejumlah imam lainnya. Sebanyak 55 volunteer dari paroki-paroki di wilayah TPW Manokwari dan Bintuni turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Dalam homilinya, Uskup Hilarion Datus Lega menekankan pentingnya kesetiaan dalam menjalankan tugas pelayanan, khususnya di bidang komunikasi sosial. Ia mengingatkan bahwa menjadi penulis atau pegiat Komsos tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses belajar yang dimulai dari hal-hal kecil.

“Menjadi penulis atau pegiat Komsos tidak mungkin langsung menjadi hebat. Mulailah dari hal-hal kecil. Namun, yang harus ditumbuhkembangkan dalam diri adalah kesetiaan,” ungkap Uskup.

Uskup mengingatkan bahwa menjadi penulis atau pegiat Komsos tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses belajar yang dimulai dari hal-hal kecil

Lebih lanjut, Uskup mengangkat teladan hidup Mother Teresa yang menegaskan makna kesetiaan dalam pelayanan. Ia mengutip pesan terkenal: “Kita dipanggil bukan untuk menjadi orang yang sukses, tetapi orang yang setia.” Uskup pun mengajak para pegiat Komsos untuk tekun dan setia dalam setiap proses pelayanan.

Uskup juga mengingatkan bahwa tantangan dan kesalahan merupakan bagian dari dinamika pelayanan. Oleh karena itu, setiap pegiat Komsos diharapkan mampu belajar dari pengalaman serta terus bertumbuh dalam keterampilan dan spiritualitas pelayanan.

Peserta Animasi Volunteer Komsos TPW Manokwari dan Bintuni mengikuti perayaan Ekaristi pembukaan

Sementara itu, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manokwari–Sorong, Pastor Fransiskus Katino, menegaskan bahwa kegiatan animasi ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan karya komunikasi sosial di tingkat keuskupan. Ia menjelaskan bahwa tujuan jangka pendek kegiatan ini adalah mendukung keberhasilan Indonesian Youth Day 2027, khususnya dalam bidang dokumentasi dan publikasi. Adapun tujuan jangka panjangnya adalah mendorong komunitas Komsos di setiap paroki agar semakin aktif dalam mewartakan peristiwa iman.

“Keuskupan Manokwari–Sorong ibarat sebuah keluarga besar. Kita akan menyelenggarakan hajatan besar, dan kita semua dipanggil untuk menyukseskannya,” tegasnya.

Ketua Komsos Keuskupan Manokwari-Sorong, P. Fransiskus Katino, Pr menyampaikan ucapan selamat datang bagi narasumber dan peserta Animasi

Indonesian Youth Day 2027 di Keuskupan Manokwari–Sorong direncanakan berlangsung pada akhir Juni 2027. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan program live in di paroki-paroki yang tersebar di wilayah keuskupan.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, diperlukan keterlibatan aktif para volunteer Komsos, khususnya dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan seluruh rangkaian kegiatan IYD 2027. Dalam kegiatan animasi ini, para peserta juga memperoleh pelatihan di bidang jurnalistik, videografi, reportase, dan podcast.

Mgr. Hilarion Datus Lega memimpin perayaan Ekaristi pembukaan

Hadir sebagai narasumber antara lain Stephanus Yogipranata, Aloysius Budi Kurniawan, dan Samuel Krismanto yang diutus oleh Konferensi Waligereja Indonesia.