Renungan Harian: Membangun Kepekaan dan Solidaritas.

62

Renungan Harian, 23 Februari 2026
Bacaan I: Im 19:1-2.11-18
Injil: Mat 25:31-46

“Apa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:40).

Dalam bacaan hari ini, Tuhan kembali mengingatkan kita bahwa inti dari iman bukan hanya soal doa dan ritual, tetapi juga perbuatan kasih yang nyata. Seorang beriman sejati adalah dia yang memiliki hati yang peka, yang mampu merasakan luka dan penderitaan sesamanya. Kepedulian ini bukan sekadar rasa iba, tetapi gerakan hati yang mendorong kita untuk bertindak, membantu, dan menghadirkan kehadiran Tuhan bagi mereka yang sedang terseok dalam beban hidup.

Injil hari ini menegaskan bahwa setiap tindakan kebaikan—sekecil apa pun—yang kita lakukan bagi mereka yang menderita, sebenarnya adalah tindakan yang kita persembahkan kepada Yesus sendiri. Ketika kita memberi makan yang lapar, mengunjungi yang sakit, menguatkan yang putus asa, atau sekadar hadir untuk mereka yang kesepian, kita sedang menyentuh Kristus yang hadir dalam diri mereka.

Yesus berkata dengan tegas dan penuh kasih: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Sabda ini mengungkapkan sebuah kebenaran rohani yang mendalam: melayani sesama berarti melayani Tuhan.

Karena itu, hari ini kita diajak untuk semakin membangun kepekaan dan solidaritas. Di sekitar kita ada begitu banyak orang yang membutuhkan sentuhan kasih—mereka yang terluka, terabaikan, miskin, dan lelah menjalani hidup. Jangan menunggu besar, mulai dari yang kecil, dari yang sederhana, dari apa yang kita mampu. Ulurkan tangan, buka hati, dan alirkan kasih.

Percayalah, setiap kebaikan tidak pernah sia-sia. Tuhan menghitungnya sebagai persembahan yang indah, dan dari sanalah mengalir rahmat bagi hidup kita. Tuhan memberkati. Ave Maria!