Peletakan Batu Pertama Menara Lonceng Paroki Santo Yoseph Ayawasi

27
Ibadat peletakan batu pertama Menara Lonceng Paroki Santo Yoseph Ayawasi berlangsung khidmat pada Jumat, 20 Februari 2026

AYAWASI, KOMSOSKMS.ORG — Ibadat peletakan batu pertama Menara Lonceng Paroki Santo Yoseph Ayawasi berlangsung khidmat pada Jumat, 20 Februari 2026. Upacara ini dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, didampingi Pastor Paroki, P. Felix Janggur, OSA, bersama sejumlah imam.

Ibadah Peletakan Batu Pertama menara lonceng gereja Ayawasi dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, didampingi Pastor Paroki, P. Felix Janggur, OSA, bersama sejumlah imam

Turut hadir Pemerintah Kabupaten Maybrat yang selama ini menjadi mitra penting dalam pengembangan Gereja Katolik di wilayah Kepala Burung. Pemerintah diwakili oleh Sekda Maybrat, Ferry Taa, yang hadir mewakili Bupati dan jajaran.

Rangkaian Ibadat dan Peletakan Batu Pertama
Acara diawali dengan Ibadat Sabda dan dilanjutkan dengan pemberkatan serta peletakan batu pertama oleh Uskup. Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega menekankan arah pastoral Gereja di Ayawasi serta pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap pembangunan.

“Selama 22 tahun ini saya sudah memberkati 107 gereja, dan semuanya dibangun dengan perencanaan yang baik. Namun menara gereja masih sedikit. Pembangunan harus direncanakan dengan matang, dan perencana pertama adalah Roh Kudus,” tegas Uskup.

Acara diawali dengan Ibadat Sabda dan dilanjutkan dengan pemberkatan serta peletakan batu pertama oleh Uskup

Uskup menyinggung pembangunan Gereja di Paroki Ko-Katedral Manokwari dan pembangunan menaranya. Semuanya dirancang dengan matang dan memiliki nilai-nilai teologis yang mau disampaikan.  Bahkan, dalam proses pembangunan, mereka juga menyisakan dana hampir 900 juta.

Pada moment itu, Uskup juga menambahkan bahwa pembangunan menara lonceng ini dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Maybrat. Uskup menegaskan bahwa Gereja Katolik selalu menjaga komitmen pembangunan agar tidak mangkrak.

“Atas nama umat Paroki Santo Yoseph, saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat: Bapak Bupati Karel Murafer, Wakil Bupati Ferdinando, Sekda, dan seluruh DPRK. Kita bersyukur atas anugerah Tuhan yang diberikan melalui tangan-tangan orang lain,” ujar Uskup.

Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega menekankan arah pastoral Gereja di Ayawasi serta pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap pembangunan.

Dalam refleksi biblisnya, Uskup mengingatkan umat mengenai kejujuran sebagai inti dari puasa yang sejati, mengajak umat membangun menara ini dengan hati yang tulus. Ketulusan dan kejujuran itulah yang akan mengalirkan berkat bagi semua.

Momentum 70 Tahun Paroki
Tahun 2026 menjadi momen istimewa karena Paroki Ayawasi merayakan 70 tahun karya pelayanan. Menara lonceng ini menjadi salah satu tanda syukur dan ungkapan iman umat.

Dalam sambutannya, Sekda Maybrat, Ferry Taa, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelayanan Gereja

Uskup juga menyinggung pentingnya merawat sejarah Ayawasi sebagai tempat yang memiliki jejak pelayanan Gereja yang panjang.

“Bangunan fisik bisa berubah, tetapi kenangan sejarah tidak boleh hilang. Kenangan itu harus diabadikan dan dihormati,” kata Uskup.

Beliau juga mengusulkan agar gereja lama dibenahi menjadi kapela adorasi sebagai bagian dari pelestarian warisan Gereja.

Mgr. Hilarion Datus Lega meletakkan batu pertama menara lonceng gereja Paroki St. Yoseph Ayawasi

Uskup juga menyinggung tema HUT ke-70 yang berbunyi, “Ayawasi memanggil pulang”. Sebuah ajakan untuk bersatu dalam iman membangun gereja di Ayawasi.

Sambutan Pemerintah: Dukungan Penuh bagi Gereja
Dalam sambutannya, Sekda Maybrat, Ferry Taa, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelayanan Gereja.

“Pemerintah terus bersinergi dengan Gereja, baik Katolik maupun denominasi lain. Menara ini merupakan bagian dari pelayanan bersama. Setelah menara selesai, kita akan melanjutkan dengan pembangunan pagar, penataan pastoran, serta rencana membangun Catholic Center,” ungkap Sekda.

Sekda, Ferry Taa, mengajak seluruh umat untuk mendukung setiap program yang dilaksanakan untuk pengembangan Gereja di wilayah Ayawasi

Sekda juga berharap agar pembangunan menara dapat diselesaikan sesegera mungkin dan memastikan bahwa pendanaannya berasal dari dana hibah tahun 2025.

Ia juga mengajak seluruh umat untuk mendukung setiap program yang dilaksanakan untuk pengembangan Gereja di wilayah Ayawasi.

“Kita semua harus mendukung apa yang menjadi cita-cita Bapak Uskup,” ujar Ferry Taa.

Ketua Dewan Paroki meletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng gereja Ayawasi

Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal pembangunan Menara Lonceng Paroki Santo Yoseph Ayawasi, sebuah tanda syukur dalam rangka 70 tahun karya pastoral serta komitmen bersama antara Gereja dan Pemerintah Kabupaten Maybrat. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan menjadi sarana kemuliaan Tuhan serta penguatan iman umat.