Renungan Harian, 21 Februari 2026
Bacaan I: Yes 58:9b-14
Bacaan Injil: Luk 5:27-32
Setiap orang yang sungguh mau merendahkan diri di hadapan Tuhan, melakukan introspeksi, menyadari kedosaan, dan dengan tulus memohon ampun, adalah orang yang akan mengalami pembebasan sejati. Tidak ada satu pun dosa yang membuat seseorang ditolak oleh Yesus bila ia datang dengan hati yang bertobat. Walaupun kita pernah jatuh, pernah mengkhianati-Nya, atau menjauh dari-Nya, Tuhan tidak akan membiarkan kita merana dalam dosa. Sebaliknya, Ia semakin mendekat, merangkul, mengasihi, dan memulihkan kita. Syaratnya satu: pertobatan yang sejati.
Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan hati-Nya yang penuh belas kasih. Ia mendatangi mereka yang dianggap hina oleh masyarakat, seperti Lewi si pemungut cukai. Ia duduk makan bersama para pendosa dan orang yang dijauhi. Dengan tindakan ini, Yesus menegaskan bahwa kasih-Nya tidak dibatasi oleh status, masa lalu, atau kelemahan manusia. Hati-Nya adalah hati yang selalu mencari, mendekati, dan menemukan kembali setiap pribadi yang tersesat. Ia memulihkan relasi yang rusak dan menghidupkan yang hancur karena dosa.
Yesus berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat.” (Luk 5:31-32). Inilah kemahariman Allah: kasih yang mendahului, merangkul, dan memulihkan setiap luka hati.
Maka, marilah kita membuka hati pada sapaan cinta Tuhan. Kita adalah orang-orang sakit yang membutuhkan Tabib Ilahi. Kita adalah orang berdosa yang membutuhkan jamahan kasih Tuhan. Kita membutuhkan nutrisi rohani yang hanya dapat kita terima dari Kristus: Sabda-Nya, Sakramen-Nya, dan Kasih-Nya.
Melalui pertobatan yang sungguh, hidup kita akan menjadi sehat secara rohani. Dari hati yang dipulihkan, akan terpancar sukacita, damai, dan karya-karya yang penuh kasih. Bukan hanya itu, kita pun diutus menjadi perpanjangan tangan Tuhan: menjadi “tabib” bagi sesama—menyembuhkan, menguatkan, dan mendekatkan kembali mereka yang jauh dari Allah.
Semoga Tuhan menuntun langkah tobat kita dan menjadikan kita pembawa kasih-Nya bagi dunia.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!





