Renungan Harian: iman bukan hanya perkara percaya, tetapi juga bertahan

85

Renungan Harian, 12 Februari 2026
Bacaan I: 1Raj 11:4-13
Bacaan Injil: Mrk 7:24-30

Allah selalu berkenan kepada siapa pun yang sungguh berserah diri dan menggantungkan keselamatan hidupnya kepada Dia. Tidak ada seorang pun yang ditolak oleh Tuhan ketika datang dengan hati yang tulus. Bahkan sebesar apa pun dosa dan kegagalan seseorang, bila ia berbalik, merendahkan diri, dan memohon belas kasih, Tuhan pasti membuka jalan keselamatan.

Injil hari ini menampilkan teladan luar biasa dari seorang perempuan Yunani, bangsa Siro-Fenisia. Ia datang kepada Yesus dengan membawa pergumulan besar: anaknya sedang dikuasai roh jahat. Dengan penuh iman, ia memohon agar Yesus membebaskan anaknya. Namun, permohonan itu seakan mendapat penolakan. Yesus berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (Mrk 7:27).

Meski demikian, perempuan itu tidak tersinggung, tidak mundur, dan tidak kehilangan harapan. Ia justru semakin merendahkan diri sambil tetap percaya: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” (Mrk 7:28). Iman dan ketekunan luar biasa inilah yang akhirnya menggugah hati Yesus. Ia berkata, “Karena kata-katamu itu, pergilah; sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” (Mrk 7:29).

Dari perempuan ini kita belajar bahwa iman bukan hanya perkara percaya, tetapi juga bertahan. Iman sejati diuji justru ketika kita merasa direndahkan, diabaikan, atau ketika doa-doa kita seakan tidak didengar. Namun Tuhan tidak pernah memalingkan wajah-Nya. Ia bisa saja menguji keteguhan hati kita, tetapi Ia tidak pernah menutup pintu belas kasih-Nya.

Maka, ketika hidup terasa berat, ketika doa kita seolah tidak mendapat jawaban, jangan menyerah. Datanglah terus kepada Tuhan dengan hati rendah, setia, dan tekun. Percayalah bahwa dalam waktu-Nya, Ia akan menyatakan pertolongan dan keselamatan bagi kita.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!