Renungan Harian: Kerendahan Hati

106

Renungan Harian, 10 Januari 2026
Bacaan I: 1 Yohanes 5:14–21
Bacaan Injil: Yohanes 3:22–30

Kerendahan Hati

Salah satu buah yang paling nyata dari pengolahan hidup rohani adalah kerendahan hati. Semakin seseorang sungguh-sungguh membangun relasi yang mendalam dengan Tuhan, semakin ia menyadari betapa kecil dan terbatas dirinya di hadapan Allah yang Mahabesar. Kedekatan dengan Tuhan tidak membuat orang merasa lebih tinggi dari sesama, tetapi justru semakin rendah hati, sederhana, dan penuh syukur.

Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat teladan indah dari Santo Yohanes Pembaptis. Ketika murid-muridnya mulai merasa gelisah karena Yesus semakin dikenal dan semakin banyak orang datang kepada-Nya, Yohanes tidak merasa terancam. Ia tidak iri, tidak cemburu, dan tidak mempertahankan popularitasnya. Sebaliknya, dengan jujur dan rendah hati ia mengakui perannya yang sesungguhnya: sebagai saksi dan perintis jalan bagi Kristus.

Dengan sangat tegas Yohanes berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yoh 3:30)

Inilah ungkapan kerendahan hati sejati. Yohanes menyadari bahwa seluruh karya dan pelayanannya bukan untuk membangun nama dirinya, melainkan untuk memuliakan Allah. Ia tahu siapa dirinya di hadapan Tuhan, dan karena itu ia mampu melepaskan diri dari keinginan untuk dikagumi dan dipuji.

Sementara itu, dalam bacaan pertama, Santo Yohanes menegaskan bahwa hidup orang beriman adalah hidup dalam persekutuan dengan Allah. Orang yang tinggal dalam Allah akan semakin menjauh dari berhala-berhala duniawi, termasuk berhala kesombongan, ego, dan ambisi diri. Doa, iman, dan ketaatan kepada Allah menuntun kita pada sikap hati yang benar: mengandalkan Tuhan sepenuhnya, bukan diri sendiri.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menyadari bahwa kita hanyalah hamba. Talenta, karisma, dan kesempatan melayani adalah anugerah Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Maka tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Justru melalui kerendahan hati, kemuliaan Tuhan semakin terpancar.

Marilah kita terus memupuk semangat kerendahan hati dalam hidup sehari-hari. Semoga dalam setiap karya dan pelayanan kita, kita semakin menjadi kecil dan Tuhan semakin besar, sehingga hidup kita sungguh menjadi kesaksian akan kasih dan kebaikan-Nya.

Tuhan memberkati. Ave Maria.