Renungan Harian – Kamis, 11 Desember 2025
Bacaan I: Yes 41:13–20
Bacaan Injil: Mat 11:11–15
Dalam Injil hari ini, Yesus memuji Yohanes Pembaptis sebagai “yang terbesar dari mereka yang dilahirkan dari seorang perempuan.” Pujian ini bukan karena Yohanes memiliki kekuasaan, kedudukan, atau pengaruh duniawi—melainkan karena kesetiaannya yang total kepada Allah. Yohanes hidup sederhana: berpakaian kulit binatang, makan madu hutan, tinggal di padang gurun. Namun, justru dalam kesederhanaan itulah ia menjadi terang yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
Yohanes adalah pribadi yang hatinya terpusat hanya pada Allah. Ia tidak mencari popularitas, penghargaan, atau kenyamanan. Ia tidak mengejar kenikmatan duniawi. Ia menjalani hidupnya dengan satu orientasi: menghadirkan pertobatan dan mempersiapkan umat menyambut Sang Mesias. Dan karena ketulusannya, Yesus sendiri memuji dia sebagai nabi besar.
Di tengah kehidupan kita kini—yang penuh tawaran kemewahan, kenyamanan, dan godaan untuk mengejar yang fana—kita diajak menimba teladan dari Yohanes. Kita pun dipanggil untuk memancarkan Kristus melalui hidup yang sederhana, jujur, tulus, dan berorientasi pada Allah. Kesederhanaan bukan berarti miskin harta, tetapi hati yang tidak diperbudak oleh dunia. Hati yang siap dipakai Tuhan untuk menghadirkan kasih-Nya.
Dalam bacaan pertama, Tuhan berkata, “Aku ini TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” Janji ini menegaskan bahwa perjuangan kita mengarahkan hidup kepada Allah tidak kita jalani sendirian. Tuhan sendiri memegang tangan kita, menuntun, menguatkan, dan menopang.
Masa Adven menjadi kesempatan indah untuk memeriksa kembali arah hidup kita: Apakah hatiku lebih tertarik pada hal duniawi daripada pada Tuhan? Apakah hidupku mempersiapkan jalan bagi Kristus dalam keluarga, komunitas, dan pelayanan? Sudahkah aku menjadi suara yang mengajak orang lain pada pertobatan?
Semoga seperti Yohanes, kita berani memilih kesederhanaan, kesetiaan, dan keteguhan hati untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan yang datang.
Tuhan memberkati. Ave Maria!





