Renungan Harian: Berjaga dalam Doa di Tengah Godaan Dunia

70

Renungan Harian – 29 November 2025
Bacaan I: Daniel 7:15-27
Bacaan Injil: Lukas 21:34-36

Dunia yang kita huni menawarkan beraneka ragam kenikmatan yang begitu menggiurkan. Ada yang pada tempatnya dan dapat dinikmati secara wajar, namun tidak sedikit pula yang menjerumuskan kita pada kelalaian dan kehampaan rohani. Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa terbawa arus dan akhirnya kehilangan arah hidup.

Injil hari ini menegaskan ajakan Yesus: “Jagalah dirimu…”. Ini adalah panggilan untuk mawas diri dan berjaga, supaya hati kita tidak sarat oleh pesta pora, kemabukan, dan kepentingan duniawi yang membuat kita lengah dan jauh dari Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa segala sesuatu yang hanya berakar pada dunia ini pada akhirnya akan berlalu. Kenikmatan itu sementara; hanya Allah yang kekal.

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Luk 21:34)

Dalam bacaan pertama, Daniel mengalami berbagai penglihatan yang membuat hatinya gelisah. Namun melalui semuanya itu, Tuhan menunjukkan bahwa di tengah segala kekacauan dunia, Kerajaan Allah tetap menang dan ditegakkan untuk selama-lamanya. Ini memberikan harapan: siapa yang berpaut pada Allah akan berdiri teguh, meski dunia terus berubah.

Yesus lalu menambahkan satu hal penting: berjaga-jaga harus disertai doa. Doa yang benar meneguhkan relasi kita dengan Allah. Doa menjaga hati kita tetap jernih, tidak terjebak dalam kepentingan duniawi yang melemahkan iman. Doa memberi kekuatan untuk tetap setia, bahkan ketika godaan begitu kuat.

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:36)

Karena itu, marilah kita terus berjaga di hadapan Tuhan. Di tengah dunia yang semakin penuh tawaran instan, sensasi, dan kenikmatan yang menggoda, semoga kita tetap mampu menguasai diri, memilih yang benar, dan hidup dalam kesetiaan kepada Allah.

Semoga doa-doa kita setiap hari menjadi sumber kekuatan untuk tetap berpaut pada-Nya.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!