HOMS ke-40 TPW Aimas: OMK Dipanggil Menjadi Saksi Kristus

86
Pastor Adi Bon, Pr Ketua TPW Aimas memimpin perayaan Ekaristi HOMS ke-40 di dampingi P. Medardus Puji Harsono, Pr, P. Petrus Piterson, Pr dan Diakon

AIMAS, KOMSOSKMS.ORG – Paroki St. Fransiskus Xaverius Makbusun, Sorong menjadi tuan rumah perayaan Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) ke-40 Tim Pastoral Wilayah (TPW) Aimas pada Sabtu, 23 November 2025. Perayaan ini dihadiri ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dari tiga paroki: Paroki St. Bernardus Malawele, St. Paulus Klamalu, dan St. Fransiskus Xaverius Makbusun sebagai tuan rumah.

OMK TPW Aimas mengikuti dinamika rekoleksi Bersama di Paroki St. Fransiskus Xaverius Makbusun

Diawali Rekoleksi dan Ekaristi Kudus

Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan rekoleksi rohani sebagai kesempatan bagi OMK untuk menenangkan diri, mendengarkan suara hati, dan memperbarui relasi dengan Tuhan.

Acara puncak dimulai dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Pastor Adi Bon, Pr., selaku Ketua TPW Aimas. Hadir sebagai konselebran, Pastor Medardus Puji Harsono, Pr. dan Pastor Petrus Piterson, Pr.

Pastor Adi Bon sebagai ketua TPW Aimas menegaskan kembali tema HOMS ke-40 tahun ini: “Kamu juga adalah saksi-saksi-Ku, karena kamu telah bersama-sama dengan Aku” (Yoh 15:27).

OMK St. Fransiskus Xaverius mengikuti HOMS ke-40 TPW Aimas 

Tema ini mengajak OMK untuk merenungkan kembali makna menjadi saksi Kristus di tengah dunia modern yang penuh godaan dan tantangan.

Tantangan Pragmatisme Kaum Muda

Pastor Adi Bon menyampaikan keprihatinan bahwa banyak anak muda masa kini mudah terjebak dalam cara hidup pragmatis—segala sesuatu diukur dari manfaat instan dan hasil cepat. Kemajuan teknologi, tekanan hidup, hingga budaya media sosial yang mempromosikan kesuksesan kilat (uang, karier, popularitas) turut membentuk pola pikir instan tersebut.

“Akibatnya, banyak yang lebih mementingkan hasil daripada proses,” ungkapnya.

OMK Paroki St. Paulus berfoto bersama pada HOMS ke-40 TPW Aimas

Padahal, hidup sebagai saksi Kristus justru menuntut proses yang setia, perjuangan, pendampingan, dan keberanian menempuh jalan yang sering kali tidak instan.

Dipanggil Kembali kepada Sumber Utama: Yesus

Melalui tema HOMS tahun ini, OMK TPW Aimas diingatkan untuk kembali ke sumber hidup mereka—Yesus sendiri

OMK St. Bernardus berfoto bersama

“Kamu adalah saksi-saksi-Ku karena kamu telah bersama-sama dengan Aku,” tegas Pastor Adi.

Menjadi saksi berarti mengikuti proses hidup bersama Yesus, belajar dari cara-Nya bekerja, serta memancarkan kasih dan terang-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi saksi bukan soal kesempurnaan, melainkan soal keberanian untuk terus berjalan bersama Kristus.

Para Suster hadir pada perayaan HOMS ke-40 TPW Aimas

Pastor Adi Bon mencontohkan kisah penjahat yang bertobat di sisi Yesus (Luk 23:35–43).
“Ia jauh dari sempurna, namun ia punya keberanian memandang Yesus dan berkata: ‘Ingatlah aku apabila Engkau datang sebagai Raja.’ Dari situlah dimulai kesaksiannya.”

Makna Menjadi Saksi

Pastor Adi Bon menjelaskan bahwa menjadi saksi Kristus berarti: Membawa damai saat dunia sibuk bertengkar. Merawat persahabatan, bukan merusaknya. Menjaga kejujuran di tengah tekanan. Menolak putus asa dan memilih percaya. Menabur kasih dalam tindakan kecil setiap hari.

“Saksi bukan soal status… tetapi soal keberanian hati,” ujarnya.

Yesus tidak mengutus kita sendirian. Ia menyertai dan menuntun.

Ajakan Bagi OMK TPW Aimas

Mengakhiri pesannya, Pastor Adi mengajak seluruh OMK untuk terus bergerak maju dan menjadi saksi Kristus di dunia.

“Jangan takut salah, sebab kesalahan menunjukkan bahwa engkau sedang bekerja dan berjuang,” tegasnya.

Di Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dan HOMS ke-40 ini, ia mengajak OMK membuka hati dan berdoa: “Tuhan, jadikan aku saksi kasih-Mu. Biarlah hidupku memancarkan wajah-Mu.”

Semoga Kristus Raja memerintah dalam hati seluruh kaum muda dengan damai, keberanian, dan kasih yang menyala-nyala.

Sementara itu, Pater Petrus Piterson, Pr dalam sambutannya sebagai koordinator HOMS ke-40 TPW Aimas menegaskan bahwa wadah OMK sebagai tempat untuk memperkuat iman, kasih persaudaraan dan pelayanan. Ia juga mengajak orang muda untuk mensyukuri hidup dan membangun sukacita. Orang Muda harus punya motivasi untuk mengembangkan diri demi pelayanan Gereja dan masyarakat.

Usai Misa, perayaan dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue HOMS ke-40, kemudian penampilan kreatif dari masing-masing OMK paroki. Suasana penuh sukacita, tawa, dan persaudaraan, menggambarkan wajah Gereja yang muda, hidup, dan penuh harapan.