Renungan Harian, Jumat 5 September 2025
Bacaan Injil: Lukas 5:33-39
Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Yesus membawa pembaharuan dalam hidup manusia. Ia bukan sekadar guru moral, melainkan Sabda Allah yang hidup, yang memberi jalan keselamatan. Namun, orang-orang Farisi dan ahli Taurat sulit menerima pembaharuan itu karena mereka sudah merasa nyaman dengan pola lama yang mereka anggap paling benar.
Yesus mengibaratkan warta keselamatan-Nya sebagai anggur baru yang tidak bisa ditampung dalam kantong kulit tua. Anggur baru harus ditempatkan dalam kantong baru, artinya hidup baru hanya bisa dijalani dengan hati yang diperbarui.
Kalau kita renungkan, dalam hidup sehari-hari kita pun sering mengalami hal serupa. Banyak dari kita enggan berubah karena sudah terbiasa dengan “zona nyaman.” Misalnya, ada orang yang sudah terbiasa menunda doa pribadi dengan alasan sibuk, padahal waktunya habis untuk bermain media sosial.
Ada keluarga yang sulit mengubah kebiasaan boros, meskipun sadar bahwa mereka perlu belajar hidup sederhana.
Ada pula yang tetap mempertahankan kebiasaan lama seperti mudah marah, iri hati, atau tidak peduli pada sesama, meski tahu itu merusak relasi dengan Tuhan dan orang lain.
Kita sering lebih memilih “anggur lama” karena terasa lebih enak, padahal Yesus mengundang kita untuk menikmati “anggur baru” — hidup baru dalam Roh yang memberi sukacita sejati.
Hari ini kita diajak berani melepaskan kebiasaan lama yang berdosa dan membuka diri pada pembaharuan yang dibawa Yesus. Hidup baru dalam Kristus berarti hidup yang lebih penuh kasih, lebih peduli, lebih jujur, dan lebih sederhana. Seperti anggur baru yang segar, hidup dalam Kristus membuat kita menjadi pribadi yang memberi semangat dan sukacita bagi orang lain.
Semoga kita berani berkata: “Ya Tuhan, aku mau diperbarui. Bantulah aku untuk meninggalkan yang lama, dan mengenakan yang baru bersama-Mu.”
Tuhan memberkati. Ave Maria 🙏





