70 Tahun Paroki Santo Yoseph Ayawasi: Momentum Syukur, Refleksi, dan Pembaruan Iman

37

AYAWASI, KOMSOSKMS.ORG – Sukacita dan rasa syukur menyelimuti seluruh umat dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang berlangsung meriah pada Kamis, 19 Maret 2026. Perayaan puncak ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Manokwari-Sorong, Pastor Izak Bame, Pr., didampingi sejumlah imam konselebran.

Sukacita dan rasa syukur menyelimuti seluruh umat dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang berlangsung meriah pada Kamis, 19 Maret 2026

Dalam homilinya, Pastor Izak Bame mengajak seluruh umat untuk memaknai usia 70 tahun bukan sekadar angka, melainkan momentum refleksi dan pembaruan hidup menggereja. Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang Gereja harus diisi dengan komitmen yang semakin mendalam dalam iman.

“Memaknai 70 tahun berarti kita berani melihat diri secara jujur, lalu berkomitmen untuk berubah. Hidup beriman harus semakin mendalam, keluarga-keluarga Kristiani harus sungguh diperhatikan, dan umat tidak boleh malas dalam kehidupan sakramental, terutama dalam Ekaristi,” tegasnya.

Dalam homilinya, Pastor Izak Bame mengajak seluruh umat untuk memaknai usia 70 tahun bukan sekadar angka, melainkan momentum refleksi dan pembaruan hidup menggereja

Ia juga mengajak umat menjadikan Ayawasi sebagai pusat kekatolikan di wilayah Kepala Burung yang sungguh hidup dalam keseharian.

Refleksi Umat: Gereja yang Membebaskan dan Bertumbuh
Dalam perayaan tersebut, dua perwakilan umat, Lis Korain dan Sergius Turot, turut menyampaikan refleksi iman mereka.

Lis Korain, sebagai tokoh perempuan, menegaskan bahwa perayaan Yubileum 70 tahun menjadi panggilan untuk merefleksikan kembali hakikat kehadiran Gereja.

“Gereja hadir untuk mencari yang lemah, yang berdosa, dan yang miskin. Gereja hadir membawa pembebasan,” ungkapnya.

Lis Korain, sebagai tokoh perempuan, menegaskan bahwa perayaan Yubileum 70 tahun menjadi panggilan untuk merefleksikan kembali hakikat kehadiran Gereja.

Ia juga menyoroti peran Roh Kudus yang terus menyalakan semangat umat agar bertumbuh dalam iman. Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama dan utama kehadiran Tuhan.

“Perjalanan iman dimulai dari keluarga. Mari kita jadikan keluarga sebagai tempat bertumbuh dalam terang Kristus. Kita harus mensyukuri iman yang telah kita terima dan hidup di dalam kebenaran,” tambahnya.

Sementara itu, Sergius Turot menyampaikan rasa syukur atas jasa para pendahulu yang telah membawa Gereja Katolik hadir di Tanah Maybrat.

“Kehadiran Gereja telah membawa perubahan besar, terutama dalam pendidikan dan kesehatan. Hari ini kita melihat banyak anak-anak Maybrat yang berhasil meraih pendidikan tinggi dan menduduki posisi strategis,” ujarnya.

Kehadiran Gereja telah membawa perubahan besar, terutama dalam pendidikan dan kesehatan.

Ia juga mengajak seluruh umat untuk menjadikan Ayawasi sebagai ikon Katolik di wilayah Kepala Burung.

Ajakan Refleksi dari Pastor Paroki
Dalam sambutannya, Pastor Paroki mengajak umat untuk berefleksi secara jujur di hadapan Tuhan.

“Apakah di usia 70 tahun ini, kita sungguh telah menjadi Gereja yang hidup? Ini pertanyaan penting bagi kita semua,” ungkapnya.

Pastor Paroki, Felix Janggur, OSA, menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan, kesederhanaan, dan kebersamaan yang diwariskan oleh generasi pertama umat

Ia menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan, kesederhanaan, dan kebersamaan yang diwariskan oleh generasi pertama umat.

Momentum Iman dan Persatuan
Pastor Paroki, P. Felix Janggur, OSA menegaskan dalam sambutannya bahwa perayaan 70 tahun Paroki Santo Yoseph Ayawasi menjadi momentum penting untuk bersyukur atas karya besar Tuhan dalam perjalanan umat. Namun lebih dari itu, perayaan ini menjadi panggilan untuk melangkah maju dengan semangat baru.

Seluruh umat diajak untuk meninggalkan ego pribadi, memperkuat persatuan, dan membangun Gereja yang semakin hidup, dewasa, serta berakar kuat dalam Kristus.

Dengan penuh harapan, perjalanan panjang ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dan yang akan datang dalam menghidupi iman secara nyata di tengah masyarakat.

Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Maybrat, Karel Murafer, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Gereja Katolik.

Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk mendukung kehidupan beragama.

“Kami berharap umat Katolik juga mendoakan pemerintah agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan daerah ini tetap aman,” ujarnya.

Bupati Maybrat, Karel Murafer, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Gereja Katolik.

Bupati juga memberikan apresiasi atas peluncuran buku berjudul “Bersyukur dan Berbuah di Tanah Maybrat – 70 Tahun Misi Katolik di Paroki Santo Yoseph Ayawasi” yang ditulis oleh Pastor Fransiskus Katino, Pr.

Peluncuran Buku Sejarah Misi Katolik
Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian perayaan. Buku yang ditulis oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manokwari-Sorong ini mengangkat perjalanan panjang sejarah Gereja Katolik di wilayah Kepala Burung.

Dimulai dari hadirnya misi pertama pada tahun 1948, buku ini menggambarkan perjuangan para misionaris yang menghadapi keterbatasan sarana, medan berat, serta tantangan budaya dalam mewartakan Injil.

Buku yang ditulis oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manokwari-Sorong ini mengangkat perjalanan panjang sejarah Gereja Katolik di wilayah Kepala Burung.

Karya ini juga menyoroti perkembangan pastoral Paroki Ayawasi sejak awal berdirinya sekitar tahun 1950-an hingga saat ini. Diceritakan bagaimana Gereja bertumbuh melalui pembangunan sekolah, pelayanan kesehatan, serta pembentukan komunitas umat.

Buku ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga refleksi iman dan bukti nyata komitmen Gereja dalam membangun kehidupan umat secara menyeluruh.

Sejarah Singkat Paroki Ayawasi
Paroki Santo Yoseph Ayawasi memiliki akar sejarah yang panjang dalam karya misi Gereja Katolik di Tanah Papua, khususnya wilayah Kepala Burung. Benih iman mulai ditaburkan sejak akhir 1940-an oleh para misionaris yang dengan penuh pengorbanan menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

Buku “Bersyukur dan Berbuah Di Tanah Maybrat” ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga refleksi iman dan bukti nyata komitmen Gereja dalam membangun kehidupan umat secara menyeluruh.

Perjalanan pastoral Paroki Ayawasi sendiri mulai berkembang sekitar tahun 1950-an, seiring bertambahnya jumlah umat dan kebutuhan pelayanan. Dari komunitas kecil, paroki ini tumbuh menjadi pusat kehidupan iman yang berpengaruh di wilayah Maybrat.

Selama tujuh dekade, Gereja tidak hanya hadir sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial.

Rangkaian Kegiatan Meriah
Perayaan HUT ke-70 ini disemarakkan dengan berbagai kegiatan yang telah berlangsung sejak 2 hingga 18 Maret 2026.

Perayaan HUT ke-70 ini disemarakkan dengan berbagai kegiatan yang telah berlangsung sejak 2 hingga 18 Maret 2026. Bupati menyerahkan piala bergilir Volly Putra kepada umat Stasi St. Monika Bori

Beragam perlombaan digelar, antara lain: Bola voli putra dan putri, gawang mini untuk anak-anak dan remaja, lomba baca Kitab Suci, menyanyi mazmur dan Bapa Kami versi terbaru, doa Bapa Kami dalam Bahasa Aifat (Aifat Utara), CCA anak-anak, permainan tradisional seperti kartu song dan panah nomor (Fnak Karef), tikam sasaran (aret), tarik tambang ibu-ibu, lompat karung bapak-bapak, makan kerupuk anak-anak, lomba taman bunga.

Jumlah peserta cukup besar, menunjukkan antusiasme umat: 9 tim voli putra, 12 tim voli putri, 9 tim gawang mini anak, dan 4 tim gawang mini remaja.

Perayaan syukur 70th ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang semakin menambah kemeriahan suasana. Ketua panitia, Leonardus Kore, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik.

Selamat merayakan HUT ke-70 Paroki Santo Yoseph Ayawasi. Semoga Gereja ini terus bertumbuh, berbuah, dan menjadi gereja yang maju, mandiri dan bermartabat.