Renungan Harian: Menjalankan Tugas Perutusan Dengan Penuh Tanggung Jawab dan Penyerahan Diri

5

Renungan Harian, 5 Februari 2025

Peringatan Wajib Santa Agata, Perawan dan Martir
Bacaan I: 1 Raj 2:1-4.10-12
Bacaan Injil: Mrk 6:7-13

Panggilan menjadi pengikut Kristus selalu mengandung konsekuensi: kita tidak hanya dipanggil untuk percaya, tetapi juga diutus untuk mewujudkan misi cinta kasih-Nya. Ini bukan tugas yang mudah. Kita membutuhkan iman yang teruji untuk menghadapi tantangan, kesetiaan untuk bertahan dalam penderitaan, kecerdasan rohani untuk memahami misteri keselamatan, dan kebijaksanaan hati agar mampu memancarkan kasih Allah melalui hidup sehari-hari. Dan yang terpenting, kita harus selalu terpaut pada Tuhan, berserah penuh kepada kehendak dan penyelenggaraan-Nya.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengutus kedua belas murid-Nya berdua-dua. Ia membekali mereka dengan kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, memberitakan pertobatan, serta menyembuhkan orang sakit. (Mrk 6:7.12-13). Tugas perutusan ini menggambarkan panggilan Gereja sepanjang zaman: menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia melalui pewartaan, pelayanan, dan kesaksian hidup.

Yesus menegaskan bahwa misi ini harus dijalankan dengan fokus yang benar. Kita tidak boleh terjebak pada kepentingan pribadi, ambisi, atau kenyamanan diri. Segala sesuatu yang kita lakukan harus diarahkan pada pewartaan Kerajaan Allah—yakni kerajaan cinta kasih, pengampunan, damai, dan sukacita. Maka, kekuatan utama kita bukan berasal dari kemampuan manusiawi semata, tetapi dari penyertaan Tuhan yang senantiasa bekerja melalui kita.

Memperingati Santa Agata, perawan dan martir yang setia hingga akhir, kita diingatkan bahwa kesetiaan pada Kristus selalu menuntut keberanian. Agata tetap teguh dalam imannya meski harus menghadapi siksaan karena mempertahankan kemurnian dan imannya. Ia menjadi teladan bahwa misi Kristus harus dijalankan dengan hati yang teguh, penuh iman, dan bersandar pada kasih Tuhan.

Maka, marilah kita menjalankan tugas perutusan kita masing-masing—di keluarga, pekerjaan, komunitas, dan pelayanan—dengan penuh tanggung jawab dan penyerahan diri. Dalam segala karya, marilah kita terus berfokus pada Kerajaan Allah dan selalu menimba kekuatan dari-Nya.

Tuhan memberkati. Ave Maria!